Ahad 08 May 2016 17:35 WIB

Nusantara Mengaji Jawab Kerinduan akan Alquran

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Achmad Syalaby
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar. (Republika/Raisan Al Farisi)
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar. (Republika/Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH — Gerakan Nusantara Mengaji yang baru saja ditutup secara nasional pada Ahad (8/5), di Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, dinilai dapat menjawab kerinduan umat Islam akan hadirnya Alquran. Hal tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Marwan Jafar saat menutup kegiatan Nusantara Mengaji di Kota Banda Aceh.

"Kita semua sesungguhnya sangat rindu akan Alquran. Demi Alquran kita dipersatukan dari berbagai macam golongan, etnis, jabatan, struktur sosial tanpa pandang bulu. Alquran telah menyatukan kita semua hari ini," ujarnya.

Menurut kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, Gerakan Nusantara Mengaji yang diinisiasi oleh Muhaimin Iskandar tersebut, bertujuan demi kelancaran proses berjalannya berbangsa dan bernegara. Ia berharap, gerakan tersebut akan melahirkan gerakan-gerakan mengaji di masjid dan mushala demi kembali membumikan Alquran.

"Kita harus membumikan Alquran agar masalah yang mendera bangsa ini dapat terselesaikan. Bacaan Alquran ini, adalah demi keluhuran,kemakmuran, dan kesejahteran bagi Indonesia. Ini tentu relevan, bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari iman," kata Marwan.

Ia menegaskan, gerakan yang melibatkan 300 ribu khataman di seluruh Indonesiai ini digelar tanpa mengandung unsur-unsur politik. Gerakan tersebut murni digelar hanya untuk bermunajat kepada Allah SWT. "Kita lepaskan semua baju politik kita. Ini adalah murni gerakan untuk meraih ridho Allah SWT," ujarnya.

Marwan berpesan pada pemuda Islam di Indonesia agar turut membudayakan bacaan Alquran setiap harinya. "Jangan waktunya habis untuk main game dan nonton tv. Tapi waktu habis untuk membaca Alquran," ujarnya.

Marwan mengatakan penutupan gerakan nusantara mengajji ini sengaja ditempatkan di Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh untuk mengenang bencana tsunami yang pernah melanda Aceh. Ketika tsunami melanda, masjid tersebut tetap berdiri kokoh.

"Saya yakin, masjid ini digunakan untuk mengaji, dan shalat berjamaah setiap harinya. Saya juga yakin, masjid ini didirikan oleh orang-orang ikhlas yang berjihad di jalan Allah SWT,” tambah dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement