Jumat 08 Apr 2016 13:35 WIB

Kanwil Bengkulu Harap Revitalisasi Asrama Haji tak Bermasalah

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Achmad Syalaby
 Sejumlah jamaah haji asal Medan dan Padang Lawas Utara tiba di Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Rabu (30/9).
Foto: Antara/Septianda Perdana
Sejumlah jamaah haji asal Medan dan Padang Lawas Utara tiba di Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Rabu (30/9).

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU – Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Bengkulu Zahid Taher mengatakan, konsultan konstruksi Asrama Haji Bengkulu Harawana Consultan telah terpilih. Mereka sudah bekerja untuk melakukan perencanaan sejak awal Maret lalu. 

“Saat ini proses revitalisasi pembangunan Asrama Haji masih dalam tahap tender untuk Manajemen Konstruksi dan kontraktor, kami berharap  tanda tangan kontrak telah dilakukan,” jelas dia dalam acara Expose Revitalisasi dan Pembangunan Asrama Haji Bengkulu, di Kantor Kanwil Kemenag Bengkulu, Jumat (8/4).

Zahid berharap seluruh pelaksanaan pembangunan sejak awal dan hingga selesai tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. Pihaknya pun terus dikawal oleh Kejaksaan Tinggi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Fauzi Ridwan  dan pihak perguruan tinggi ahli teknik sipil Jawanto.

Asrama haji ini terletak 50 meter dari Bandara Fatmawati Bengkulu.  Dia berharap asrama haji nantinya tidak hanya difungsikan sebagai asrama saat musim haji, tetapi juga dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat umum sebagai penginapan.

Kuota jamaah haji Bengkulu normal tiap tahun sebanyak 1.614 setelah dikurangi 20 persen tahun ini hanya berjumlah 1.292 orang. “Karena kami embarkasi antara, biasanya kami menampung satu kloter untuk 24 jam dengan jumlah 450 jamaah dan 5 petugas untuk satu kloter,” jelas dia. 

Saat ini gedung lama hanya dapat menampung 150 jamaah. Sebanyak 305 jamaah sisanya ditampung dengan meminjam Balai Diklat. Padahal sejak 1986 Pemprov pernah menyediakan lahan 12,5 hektare untuk asrama haji. Karena digunakan saat musim haji, asrama tersebut dikelola untuk balai diklat pemprov. 

Kemudian, pihaknya meminta dua hektare saja untuk diambil alih Kanwil Kemenag Bengkulu. Lahan tersebut yang saat ini dipergunakan dan akan direvitalisasi. 

Zahid menargetkan pembangunan ini selesai (31/12) mendatang, sehingga musim haji 2017 sudah dapat dipergunakan. Anggaran senilai Rp53,3 miliar ini akan digunakan Rp 43,3 miliar untuk konsultan kontraktor dan Rp 6,2 miliar untuk mebeling. N Ratna Ajeng Tejomukti

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement