Jumat 04 Mar 2016 08:22 WIB

‎Ada Minimarket 'Humanis' di Tangerang

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Achmad Syalaby
Peluncuran Kedai Yatim
Foto: Dokpri
Peluncuran Kedai Yatim

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN – Pertumbuhan toko ritel modern semakin menjamur di berbagai daerah di Nusantara. Menurut Direktur Bina Usaha Kementerian Perdagangan RI, Fetnayeti, saat ini ada 12 ribu bisnis waralaba dengan jumlah gerai mencapai 23 ribu di Indonesia.

 Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Tim Kedai Yatim, membaca fenomena tersebut dan memutuskan menghadirkan waralaba yang tidak kapitalistik, pro-ekonomi kerakyatan, bernuansa ibadah dan kemanusiaan. Alhasil dibentuklah bisnis waralaba Kedai Yatim.

Kedai Yatim didirikan untuk mengembangkan bisnis ritel modern dengan melibatkan unsur ibadah yaitu melalui sedekah. Dengan cara berbelanja di Kedai Yatim, pelanggan dan masyarakat selain memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari, juga turut memiliki peran besar dalam membantu kehidupan tiga kaum, yakni anak-anak yatim piatu, kaum dhuafa, dan kaum difabel. Pasalnya Kedai Yatim menyalurkan 30 persen keuntungan dari bisnisnya kepada tiga kaum tersebut.

Peluang besar untuk menggalang donasi kemanusiaan di bisnis consumer goods sangat besar sekali potensinya. Dari konsumsi consumer goods di Indonesia, yang bermerek saja ada lebih dari 1 triliun. "Tapi yang digarap ritel modern belum sampai 20 persennya, lainnnya masih bersifat tradisional, yang tradisional ini lama-lama akan naik kelas menjadi modern," ujar  Head Office Kedai Yatim Syahru Aryansyah, baru-baru ini.

Pihaknya sangat berterimakasih dengan ACT atas kepercayaannya bekerjasama dengan Kedai Yatim. Keduanya memiliki kesamaan visi yaitu ingin membantu delegasi tiga kaum. Gerai Kedai Yatim ACT sendiri telah dihadirkan di Ciputat Timur, Sabtu (27/2). 

 Presiden ACT Ahyudin mengatakan pahala yang tidak ada batasnya adalah sedekah. Bangsa ini bukan bangsa yang pelit, tapi bangsa yang peduli. Menurut dia, jaman sekarang kebiasaan bersedekah, harus dilakukan di setiap momentum, termasuk dalam aktivitas berbelanja.   

 "Kedai Yatim ada untuk memfasilitasi masyarakat berbelanja dengan nilai plus, yaitu ibadah. Sesuai dengan mottonya Belanja Anda, Sedekah Anda," kata Ahyudin.  Dengan berdirinya Kedai Yatim, anak-anak dhuafa, yatim dan difabel mempunyai solusi. Mereka bisa mendapatkan yang lebih regular dari kebutuhan ke depan.

Kedai Yatim saat ini sudah mempunyai tujuh gerai di daerah Tangerang. ACT bersama Tim Kedai Yatim, menargetkan dalam dua sampai tiga tahun ke depan sekitar 500 gerai Kedai Yatim  di beberapa titik di daerah Jakarta Bogor Depok, Tangerang, Bekasi/Jabodetabek sudah berdiri.

 

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement