Senin 29 Feb 2016 21:47 WIB

Memenangkan Hidup dalam Buku Shaidul Khatir

Rep: retno wulandari/ Red: Muhammad Subarkah
Petugas mempersiapkan stand pamerannya pada acara Islamic Book Fair 2016 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (26/2)..(Republika/Rakhmawaty La'lang)
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Petugas mempersiapkan stand pamerannya pada acara Islamic Book Fair 2016 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (26/2)..(Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selain membuka ratusan stan buku Islami dari berbagai penerbit, Islamic Book Fair (IBF) 2016 juga diisi oleh kegiatan bedah buku-buku pilihan. Salah satu buku yang dibedah yaitu Shaidul Khatir karya ulama besar Imam Ibnul Qayyim Al Jauziy.

Wakil Ketua MPR RI yang juga Anggota Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan buku terbitan Maghfirah ini ingin mengatakan bahwa kita tidak perlu ragu mengekspresikan apa yang menjadi buah pikiran. Buah pikiran layaknya ilmu yang harus diikat dengan tulisan dan disampaikan kepada orang lain agar menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Demikianlah setidaknya yang dilakukan oleh Imam Ibnul Qayyim Al Jauziy. Sabagai ulama besar, menurut Hidayat, Imam Ibnul Qayyim Al Jauziy memaparkan buah pikirnya yang sangat berharga melalui Shaidul Khatir.

Bahkan, menurut Hidayat buku ini merupakan salah satu terbaik yang pernah dibaca oleh penulis karya La Tahzan, Aidh Abdullah al Qarni.

"Buku ini seperti bunga rampai, semua persoalan hidup dipaparkan dengan sangat baik," kata Hidayat dalam acara Bedah Buku Shaidul Khatir, di Istora Senayan, Jakarta, Senin (29/2).

Hidayat mengatakan buku ini berisi tentang pencarian ilmu, persoalan akal, syariah, ibadah, muamalah, moral, ciri-ciri ulama dunia dan akhirat bahkan masalah infak.

Namun, menurut Hidayat, persoalan yang paling penting yang dibahas didalam buku ini adalah tentang masalah waktu. Imam Ibnul Qayyim Al Jauziy menekan bagaimana pentingnya memanfaatkan waktu dengan baik.

Dibuku ini dikisahkan pula para ulama yang memanfaatkan waktu mereka dengan semaksimal mungkin. Buku ini, menurut Hidayat sangat relevan dibaca dizaman sekarang, mengingat banyaknya orang-orang yang menyepelekan waktu.

Sementara, menurut Ketua Umum Ikatan Dakwah Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori, Shaidul Khatir mengajarkan kita bagaimana keluar dari peliknya lika liku kehidupan dengan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sehingga, masing-masing orang bisa menjadi pemenang bagi permasalahannya sendiri.

Beratnya persoalan di dalam hidup seseorang karena jiwanya senantiasa kotor. Untuk itu, buku ini menurut Ahmad bisa menjadi solusi  untuk memperbaiki jiwa.

Menurut Ahmad, tiga nasehat utama yang dianjurkan Imam Ibnul Qayyim Al Jauziy di dalam buku ini apabila menghadapi sebuah permasalahan adalah dengan memperbanyak berzikir kepada Allah SWT, menperbanyak shalat dan selalu beribadah sampai ajal menjemput.

Dengan cara tersebut, seseorang akan menjadi lebih dekat dengan Allah SWT, sehingga ia memiliki kekuatan dalam menghadapi segala ujian dan permasalahan.

"Untuk mendapatkan kemenangan, taat dan mendekati Allah," kata Ahmad.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement