Ahad 21 Feb 2016 20:35 WIB

Peran Tokoh Agama Diperlukan untuk Cegah LGBT Berkembang

Rep: eko supriyadi/ Red: Damanhuri Zuhri
Hidayat Nur Wahid
Foto: ROL/Fian Firatmaja
Hidayat Nur Wahid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyatakan, fenomena Lesbian, gay, biseks dan transgender (LGBT) sangat merisaukan seluruh warga bangsa.

Fenomema negatif tersebut dikhawatirkan membawa pengaruh buruk dan menular di kalangan generasi muda, sehingga orang tua sangat mengkhawatirkan dampak buruk tersebut.

Hidayat memperingatkan seluruh elemen bangsa berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan agar pengaruh buruk jangan sampai masuk ke rumah dan merusak moral anak-anak.

Oleh karena itu, inilah saatnya peran tokoh-tokoh agama dan ormas agama lebih berperan aktif membendung pengaruh buruk tersebut, dengan menanamkan nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur bangsa kepada generasi muda secara massif.

''Jadi tokoh agama, ormas agama jangan berpangku tangan, harus proaktif," kata Hidayat, usai acara Sosialisasi Empat Pilar MPR bersama KAMMI, di Masjid Saadatu Drain, Pejaten Raya, Jakarta Selatan, Ahad ( 21/2 ).

Selain itu, lanjut Hidayat, peran negara juga harus lebih terlihat dan terarah. Hadirnya negara untuk melindungi rakyat dari terpapar pengaruh LGBT sangat diharapkan.

Salah satunya melalui tindakan hukum yang harus jelas dan tegas kepada LGBT. Sebab menurutnya, sampai saat ini tindakan hukum soal LGBT secara spesifik belum ada.

Padahal UU kesehatan jiwa sudah menyebut bahwa LGBT masuk yang bermasalah dari sisi kesehatan jiwa. UU pornografi juga sudah jelas menyebut bahwa lesbian, homoseksualitas adalah sangat di larang untuk disebarluaskan apalagi dibuat semacam kelompok. ''Itu semua sudah sangat jelas tinggal pelaksanaannya saja dengan tegas," ujarnya.

Hidayat mengungkapkan, dirinya sudah berdiskusi dengan Menteri Agama dan berharap kepada DPR agar ada UU yang mengkoreksi atau tentang perilaku menyimpang LGBT. Apakah implementasinya lewat UU khusus atau merevisi UU tentang KUHP. ''Dua-duanya dimungkinkan,'' ujarnya menjelaskan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement