Ahad 14 Feb 2016 20:52 WIB

Masjid di Kutub Utara Dibuka

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nur Aini
Islam di Kutub Utara
Foto: Youtube
Islam di Kutub Utara

REPUBLIKA.CO.ID, IQALUIT -- Sebuah masjid di daerah paling utara Kanada telah selesai dibangun dan dapat digunakan oleh umat muslim. Iqaluit dikenal dengan matahari yang tak pernah tenggelam karena waktu siang hingga 22 jam.

Dilansir dari cbc.ca secara resmi masjid Iqaluit dibuka sebagai tempat ibadah, Jumat (12/2). Selain untuk salat, masjid ini dapat berfungsi sebagai pusat komunitas muslim yang muat hingga 100 orang.

Mereka dapat mengkaji ilmu Islam dan berdiskusi. "Dengan membangun masjid ini, kita sekarang menjadi bagian dari Iqaluit, Jika anda dapat membangun sebuah masjid di Iqaluit, maka anda dapat membangun di tempat lain di planet ini" ujar Hussain Guisti, Manajer Umum Zubaidah Tallab Foundation.

Yayasan Zubaidah Tallab bersama Asosiasi Islam Nunavut mengumpulkan dana hingga 800 ribu dolar AS untuk membangun masjid tersebut. Selain Masjid Iqaluit, mereka juga telah membangun masjid di Inuvik di Northwest Terrritories of Canada dan Thompson di Manitoba.

Guisti menilai para pekerja memiliki kemampuan luar biasa. Karena mampu menyelesaikan bangunan ini di tengah cuaca yang mencapai 56 derajat selsius.

Dia berharap adanya masjid ini mendorong lebih banyak keluarga muslim untuk pindah ke ibukota Nunavut ini. Selain masjid, mereka juga berencana membangun bank makanan dekat dengan masjid.

Wakil Presiden Asosiasi Islam Nunavut Muhammad Wai mengatakan ini merupakan sebuah mimpi umat Muslim yang jadi kenyataan. Nantinya masjid ini tidak hanya digunakan sebagai shalat berjamaah tetapi juga dapat berfungsi sebagai wadah untuk mendidik keluarga dan anak-anak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement