Jumat 05 Feb 2016 09:17 WIB

Zina Sejenis dan Zina Mut’ah

Didin Hafidhuddin
Foto: ROL
Didin Hafidhuddin

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Ulama kondang Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS tak setuju istilah “pernikahan sejenis” untuk kalangan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

“Istilah pernikahan atau perkawinan sejenis yang dilakukan oleh kalangan LGBT itu tidak tepat. Yang tepat istilahnya adalah perzinaan sejenis,” tegas KH Didin Hafidhuddin saat mengisi pengajian guru dan karyawan Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) di Masjid Al-Ikhlas Bosowa Bina Insani Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/2).

Guru besar IPB Bogor itu mengemukakan, dalam Islam dan fitrah manusia, pernikahan itu terjadi dengan lawan jenis. “Kalau dengan sesama jenis, namanya perzinaan, dan itu sangat terlarang dalam agama,” ujar Kiai Didin.

Dekan Fakultas Pasca Sarjana Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor itu juga menyatakan istilah “nikah mut’ah” yang dilakukan oleh kalangan Syiah tidak tepat.

“Istilah nikah mut’ah itu salah. Yang benar adalah zina mut’ah. Sebab yang dilakukan oleh mereka yang melakukan nikah mut’ah atau kawin kontrak adalah perzinaan dan bertentangan dengan ajaran Islam,” papar Kiai Didin.

Pengajian guru dan karyawan Sekolah Bosowa Bina Insani digelar di Masjid Al-Ikhlas Sekolah Bosowa Bina Insani setiap Jumat pagi, pukul 05.45-07.00. Kiai Didin Hafidhuddin tampil setiap pekan pertama. Nara sumber lainnya adalah Ustadz Taufiqurrohman, Ustadz Asep Abdul Wadud, Ustadz Dadang Kholiyullah, Ustadz Muhajir dan Ustadz Sutrisno Muslimin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement