Rabu 30 Dec 2015 13:47 WIB

Belajar Manajemen Waktu dari Rasulullah

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Indah Wulandari
Beberapa penumpang membaca Alquran saat menunggu waktu shalat di mushallah KM Sinabung pada Sabtu (11/7).
Foto: Republika/Andi Nur Aminah
Beberapa penumpang membaca Alquran saat menunggu waktu shalat di mushallah KM Sinabung pada Sabtu (11/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat Muslim seringkali menghabiskan waktunya hanya berdasarkan hawa nafsu dan akal semata. Padahal, memanajemen waktu sebaiknya didasarkan kepada wahyu.

Sekretaris Umum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustaz Bachtiar Nasir menegaskan, manajemen  waktu yang baik bisa dicontoh dari Nabi Muhammad SAW.

Nabi membagi waktu malam menjadi beberapa bagian. Untuk tidur, Rasulullah hanya memakai waktu sepertiga malam, kemudian mamanfaatkan untuk ibadah shalat sunat. Lalu, istirahat kembali seperenam malam menjelang Subuh dan kemudian menggunakan waktu subuh sebaik-baiknya.

"Karena bagi Rasul, setiap momentum malam adalah sebuah keberkahan," kata Ustaz Bachtiar , Rabu (30/12).

 

Kemudian, Nabi memanfaatkan waktu Dhuha untuk bekerja dengan maksimal, tentunya dengan diawali ibadah shalat Dhuha. Sementara di siang hari, Rasulullah memanfaatkan sedikit waktu untuk tidur menjelang zuhur. Tidur siang ini bertujuan untuk memulihkan kembali metabolisme di dalam tubuh.

Terakhir, Ustaz Bachtiar mengingatkan untuk selalu membuat target yang terukur dan tidak muluk-muluk. Tidak lupa selalu meminta pertolongan kepada Allah SWT. Sehingga, apa yang sudah ditargetkan apabila kita tidak sanggup mewujudkannya maka Allah SWT yang akan menyanggupkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement