Ahad 27 Dec 2015 16:56 WIB

Kiai Ma'ruf Ajak Umat Reorientasi Sikap

Rep: ahmad fikri noor/ Red: Damanhuri Zuhri
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Ma'ruf Amin
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Ma'ruf Amin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengimbau umat Islam untuk menata ulang sikap dalam membangun Indonesia.

Kiai Ma'ruf Amin mengatakan, umat perlu menyikapi persoalan yang terjadi sepanjang 2015 untuk memicu perbaikan. 

"Perlu ada reorientasi baik di kalangan pemimpin maupun masyarakat," ungkap Kiai Ma'ruf Amin ketika dihubungi Republika, Ahad (27/12).

Ia mengatakan, pada 2015 kerap terjadi gonjang-ganjing di kalangan elit, pemerintah, dan masyarakat. Rais 'Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menyebut sejumlah konflik kepentingan yang terjadi seperti kasus PT Pelindo II dan persoalan toleransi umat beragama di Tolikara dan Aceh Singkil.

Ma'ruf menyayangkan, persoalan-persoalan itu masih terus terjadi dan menjadi penghambat upaya pembangunan bangsa. "Itu tidak perlu. Kapan kita mau bekerja kalau konflik-konflik terus terjadi," ujarnya.

Ia mengimbau, agar seluruh pihak mencari solusi dari masalah tersebut. Ia mempertanyakan ihwal aturan hukum yang tidak tegas atau ada persoalan mental bangsa yang sudah rusak.

Ia pun mengkritisi umat Islam. Ia menilai, pada 2015 umat Islam belum menunjukkan upaya untuk membangun kembali umat yg kuat. "Umat Islam ini besar jumlahnya tapi kecil perannya," kata Ma'ruf.

Ia menyerukan kepada umat Islam agar berpikir untuk meningkatkan peran sesuai dengan jumlahnya. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM), kata Ma'ruf, perlu menjadi prioritas.

Kiai Ma'ruf pun meminta umat untuk mengubur persoalan khilafiyah. Ia menilai, hal itu justru menghambat umat untuk tumbuh lebih baik.

"Kita perlu pikirkan bagaimana cara bersatu untuk membangun umat ini dengan baik. Kerja sama, bahu membahu, dan saling menopang. Ini yang diperlukan."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement