Kamis 15 Oct 2015 20:51 WIB

Eco Masjid Langkah Awal Umat Islam Selamatkan Bumi

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin (tegah) didampingi Wakil Dewan Pertimbangan MUI Didin Hafiduddin (kiri) dan Wakil Dewan Pertimbangan MUI Nasarudin Umar (kanan) memberikan pejelasan kepada wartawan usai acara Silaturahmi & Rapat Pleno Dewan Pert
Foto: Republika/Darmawan
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin (tegah) didampingi Wakil Dewan Pertimbangan MUI Didin Hafiduddin (kiri) dan Wakil Dewan Pertimbangan MUI Nasarudin Umar (kanan) memberikan pejelasan kepada wartawan usai acara Silaturahmi & Rapat Pleno Dewan Pert

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Pengarah Siaga Bumi Din Syamsuddin mengusulkan gerakan eco rumah ibadah untuk menyelamatkan bumi dan menghadapi perubahan iklim segera dilaksanakan dan berlaku secara nasional.

"Kalau bisa, segera diluncurkan eco rumah ibadah ini. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bisa mendukungnya, mungkin bisa dimulai dari eco masjid atau eco vihara yang sudah ada di Ciapus, Bogor," kata Din Syamsuddin dalam Rembuk Nasional Tokoh Agama Menanggapi Perusakan Lingkungan Hidup dan Menahan Laju Perubahan Iklim di Jakarta, Kamis (15/10).

Program kogkret ini, menurut dia, bisa menjadi langkah awal dari Indonesia Bergerak Menyelamatkan Bumi (Siaga Bumi) yang didukung organisasi keagamaan, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat lingkungan, dan kelompok jurnalis lingkungan di seluruh Indonesia.

Tujuannya, kata dia, agar kerusakan dunia saat ini yang bersifat akumulatif dapat diperbaiki melalui gerakan agama, termasuk memperbaiki kerusakan moral yang memicu kerusakan lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan usulan program eco rumah ibadah kepada Presiden Joko Widodo berbarengan dengan laporan Hari Menanam Pohon yang jatuh setiap tanggal 28 November.

"Kami juga sedang bahas aksi rehabilitasi hutan dan lahan yang terbakar di Hari Menanam Pohon agar masyarakat dapat melihat dan ikut berpartisipasi," ujar dia.

Tidak hanya digabungkan dengan peringatan Hari Menanam Pohon, menurut dia, dipertimbangkan pula untuk menggabungkannya dengan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa yang jatuh pada tanggal 5 November.

"Perlindungan keanekaragaman hayati perlu partisipasi masyarakat, dan rencananya akan dibuat rembuk nasional pencinta puspa dan satwa. Akan kita satukan dalam bentuk yang pas, kita buat dengan efektif, supaya bisa dilaporkan ke Presiden," ujar dia.

Wakil Direktur Pusat Studi Islam Universitas Nasional Fachrudin Mangunjaya mengatakan bahwa uji coba eco masjid diterapkan di Sentul, Jawa Barat. Konsep eco diterapkan untuk pengelolaan air dan sampah. "Air bekas wudu dialirkan lebih cepat masuk ke dalam tanah, dibuat seperti lubang biopori. Selain itu, ada juga program panel surya di masjid lain untuk menghemat biaya listrik dan mengurangi emisi," ujar dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement