REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Cendekiawan Muslim Didin Hafidhuddin menilai keputusan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam membentuk kepengurusan komisi sudah tepat.
Didin menilai, keterlibatan berbagai ormas memang perlu guna mewujudkan posisi MUI sebagai payung besar umat Islam di Indonesia. Sumber daya manusia (SDM) MUI dinilai mampu menjadi kekuatan besar untuk umat.
"Bagaimanapun juga MUI harus menjadi milik umat dan merangkul seluruh pihak," ujar Didin ketika dihubungi Republika.co.id, Rabu (30/9).
Didin menilai, dengan SDM kepengurusan lebih dari 300 orang, MUI bisa menjadi kekuatan yang dahsyat. Syaratnya, kata Didin, SDM tersebut harus dikelola dengan baik.
Didin menyatakan, keikutsertaan banyak wakil ormas dalam MUI bisa mendorong serapan program-program MUI ke masyarakat luas. Meski memiliki sejumlah tantangan, Didin tetap berharap keputusan pimpinan MUI berbuah hasil positif.
Didin menilai, MUI telah menempatkan diri pada posisi yang tepat yaitu rumah umat Islam. Menurutnya, kepemimpinan umat Islam saat ini bukan individual atau personal melainkan kepemimpinan kolektif. "MUI perlu memantapkan diri menjadi imam," ujarnya.




