REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Membantu sesama sudah menjadi tugas Muslim lainnya. Berbekal prinsip tersebut Komunitas Islam Visi Nasional (ICMG) di Jerman membuka pintu untuk kehadiran pengungsi Suriah.
"Sayangnya, tidak satu hari pun berlalu sekarang di mana kita tidak mendengar berita dari cerita pengungsi lain," Kemal Ergun, Ketua organisasi Jerman Milli Gorus, Komunitas Islam Visi Nasional (ICMG) dilansir dari OnIslam, Rabu (9/9).
Menurutnya, informasi yang mereka dapat saat ini hanya diperoleh dari media-media, dan sayangnya informasi tersebut tidak selalu hal yang paling penting terjadi. Akibatnya, informasi-informasi yang dibutuhkan tidak tersampaikan dengan baik.
"Para pengungsi adalah tamu kita sampai mereka dapat membangun diri dengan martabat. Mereka adalah tamu pertama dari hati kita, rumah kami dan kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk membantu mereka," kata Ergun
Ergun menjelaskan, bahwa komunitasnya akan memobilisasi semua sumber daya untuk memastikan migran Suriah akan memilih apa yang mereka butuhkan. Hal ini akan dilakukan tanpa memandang agama atau pun ras.
Jerman telah membuka negaranya untuk menerima pada imigran Suriah untuk mencari suaka, terlepas dari mana mereka memasuki Uni Eropa. Bulan lalu, lebih dari 100.000 pencari suaka mencapai Jerman, dan sebanyak 800.000 migran telah siap memasuki Jerman tahun ini, hal ini sama dengan sekitar satu persen dari jumlah penduduknya.




