Senin 10 Aug 2015 17:14 WIB

Masjid Alamgir Varanas, Simbol Islam di Tepian Sungai Gangga (1)

Rep: Amri Amrullah/ Red: Indah Wulandari
Masjid Alamgir Varanas
Foto: pmovaranasi
Masjid Alamgir Varanas

REPUBLIKA.CO.ID, VARANASI -- Sebuah masjid bersejarah dari Dinasti Mughal berdiri kokoh di sekitar pinggiran Varanasi, kawasan suci Sungai Gangga bagi umat Hindu di India. Masjid Alamgir menjadi simbol toleransi masyarakat India di era Dinasti Mughal India dengan Kerajaan Hindu di Varanasi.

Terletak di tepi Sungai Gangga, Provinsi Uttar Pradesh, provinsi palung utara India, Varanasi adalah salah satu kota tertua dan tersuci bagi umat Hindu di India.

Masjid Alamgir yang juga dikenal sebagai Beni Madhav Ka Darera ini didirikan pada era Aungrangzeb (1658-1707), atau Sultan ke enam Dinasti Mughal India. Nama masjid ini diambil langsung dari nama Aurangzeb yang juga bergelar Abul Muzaffar Muhi u'd-Din Muhammad Aurangzeb Alamgir.

Bangunan masjid ini merupakan kombinasi yang sangat baik dari perpaduan era arsitektur Islam Mughal dan Kerajaan Hindu. Selain itu sebagian lain menyebut masjid ini sebagai Masjid Gyanvapi.

Ada cerita unik di kawasan ini sebelum berdirinya Masjid Alamgir. Di masa lalu tempat berdirinya masjid ini terdapat sebuah situs Kuil Hindu Wisnu Madhava dari abad ke 11. Kuil tersebut sempat hancur pada 1583.

Namun, pada 1673 ketika Aurangzeb menguasai wilayah ini, ia berencana membangun masjid di salah satu area pinggiran Varanasi. Aurangzeb pun dituduh telah menghancurkan kuil Hindu Wisnu Madhava. Hal ini dikarenakan ia membangun sebuah masjid di lokasi kuil puing kuil Hindu Mdhava yang sempat hancur tersebut.

Tuduhan itu, membuat Aurangzeb menjaga beberapa bagian sisa pondasi kuil agar tidak diluluhlantakkan. Ia kemudian membangun masjid tanpa merusak pondasi dasar dan sisa reruntuhan kuil Hindu agar tetap terjaga. Alhasil, Masjid Alamgir berdiri kokoh hingga kini dikepung kumpulan kuil Hindu di tepian Varanasi.

Langkah yang dilakukan Aurangzeb ini memunculkan protes keras bagi masyarakat Hindu, khususnya di sekitar Varanasi dan tepian Sungai Gangga yang dianggap area suci bagi umat Hindu di India.

Namun, ia meredam pertentangan di komunitas Hindu itu, dengan tetap membolehkan ritual ziarah pada sisa bangunan kuil yang masih dipertahankan. Ternyata hal itu dapat meredam konflik di tengah komunitas masyarakat Hindu di Varanasi.

Hingga kini sisa bangunan kuil tersebut masih berada di bawah pondasi bangunan masjid. Aurangzeb pun masih mempertahankan pendeta pendiri Kuil Wisnu tersebut, Beni Madhav Ka Darera sebagai nama lain dari Masjid Alamgir.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement