Kamis 06 Aug 2015 14:05 WIB
Muktamar Muhammadiyah

Perluas Dakwah, Muhammadiyah Berambisi Menasionalkan Tv Muh

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Indah Wulandari
Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin (kiri) berbincang bersama dua mantan Ketua Umum Muhammadiyah Amien Rais (tengah) danMalik Fajar (kanan) saat melakukan kebangsaat disela-sela Muktamar ke-47 Muhammadiyah di kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Ma
Foto: ANTARA FOTO/Yusran Uccang
Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin (kiri) berbincang bersama dua mantan Ketua Umum Muhammadiyah Amien Rais (tengah) danMalik Fajar (kanan) saat melakukan kebangsaat disela-sela Muktamar ke-47 Muhammadiyah di kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Ma

REPUBLIKA.CO.ID,MAKASSAR -- Dakwah melalui media massa menjadi hal yang saat ini harus dikembangkan Muhammadiyah untuk merangkul kader di daerah terpencil.

Salah satu upaya yang harus dilakukan Muhammadiyah pada lima tahun mendatang adalah menjadikan Tv Muhammadiyah (Tv Muh) menjadi stasiun televisi nasional.

"Bukan hanya kekuatan imtak (iman dan takwa) tapi juga Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi). Dakwah dengan cara ini akan menjadi bagus dan membuat dakwah Muhammadiyah semakin mudah," ujar Ketua Sidang Pleno Komisi III, Syamsuddin dalam sidang pleno Model Dakwah Pencerahan, Kamis (6/8).

Masukan untuk menjadikan Tv Muh sebagai televisi nasional didapat setelah banyak daerah perwakilan Muhammadiyah dari berbagai daerah merasa sangat tidak tersentuh perkembangan dakwah.

Hal senada diungkapkan perwakilan PCI Muhammadiyah Amerika Serikat Imam Shamsi Ali. Pria yang telah menetap di New York selama 20 tahun ini meminta agar Muhammadiyah harus bertransformasi dan mereformasi bidang dakwah.

"Dengan kecepatan waktu saat ini, dakwah Muhammadiyah harus mampu mengimbangi perkembangan zaman. Komunikasi yang dilakukan Muhammadiyah baiknya diperbaiki agar dakwah yang dilakukan bisa dirasakan semua kader," ujar Shamsi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement