Jumat 10 Jul 2015 16:46 WIB

MUI Riau Imbau Masyarakat Shalat Istisqa

Umat Muslim saat melaksanakan shalat Istisqa atau shalat sunah minta hujan.
Foto: Antara/Arief Priyono
Umat Muslim saat melaksanakan shalat Istisqa atau shalat sunah minta hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Majelis Ulama Indonesia Provinsi Riau mengimbau masyarakat daerah itu untuk melakukan Shalat Istisqa untuk meminta hujan kepada Allah SWT sesegara mungkin karena kekeringan yang terjadi beberapa pekan terakhir ini hingga menimbulkan kebakaran lahan dan hutan.

Ketua MUI Riau, Prof. Dr. Muhammad Nazir Karim mengatakan Shalat Istisqa merupakan bagian dari Syariat Islam bagi umat apabla terjadi kekeringan akibat tidak turunnya hujan. Oleh karena itu diharapkannya ibadah itu bisa dilakukan dalam waktu dekat yakni mulai Sabtu besok (11/7).

"Imbauan ini dilakukan agar masyarakat muslimin menyadari sepenuh hati bahwa kekeringan akibat tiedak turunnya hujan adalah musibah dan merupakan teguran dari Allah SWT," kata Muhammad Nazir di Pekanbaru, Jumat.

Oleh karena itu, masyarakat diminta istighfar kepada Allah dan bertaubat atas segala dosa yang pernah diperbuat. Baik itu dosa Maksiat, Fasya, mungkar, kezaliman, dan lainnya. Untuk Shalat Istisqa, Nazir menyampaikan agar masyarakat beramai-ramai melaksanakan Shalat Istisqa di lapangan terbuka. Shalat dipimpin oleh Imam yang Tawadhu dan fasih dengan memakai pakaian sederhana.

"Shalatnya dua rakaat seperti sholat Id diiringi khutbah khusus yang diakhiri juga dengan doa khusus istisqa dengan tata cara aturan yang disyariatkan agama," jelasnya.

Selanjutnya dia juga meminta?penceramah malam tarwih juga ikut mengimbau sholat istisqa ke masyarakat. Hal ini menurutnya juga akan disampaikan kepada para pengurus mesjid sebagai penyambung imbauan MUI.

Saat ini kondisi Riau sudah mengalami kekeringan akibat turunnya hujan untuk waktu yang lama. Hal ini bisa menyebabkan kebakaran lahan dan hutan. Buktinya saat ini misalnya udara Kota Pekanbaru sudah tidak sehat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement