Selasa 23 Jun 2015 10:26 WIB

Program Kembali ke Surau Belum Optimal

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Agung Sasongko
Surau tua (ilustrasi).
Foto: Blogspot.com
Surau tua (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) mengakui program babaliak ka surau atau kembali ke surau masih belum optimal kolaborasi antara Pemda dengan pemuka adat dan ulama.

"Implementasi babaliak ka surau dapat lebih optimal, jika Pemda lebih intensif dan meningkatkan sinergi dengan kelembagaan adat dan kelembagaan agama," tutur Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno di Padang, Selasa (23/6).

Menurutnya, sinergi tersebut, dapat berupa program pembinaan langsung terhadap kelompok anak-anak dan pemuda. "Dengan pembinaan kepada anak muda nantinya program ini akan dapat diterima. Hanya saja saat ini pembinaan seperti ini yang belum dilakukan," ujar Irwan.

Ia mengatakan, salah satu kendala utama yang ada yaitu, kurangnya dorongan dari tokoh-tokoh adat. "Tidak juga pungkiri terbatasnya kegiatan Pemda juga turut menyumbang tidak optimalnya program ini," kata dia.

Ia berharap, lembaga adat bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama dapat kembali menumbuhkan sinergi dimaksud. "Kita akan munculkan lagi program dan kegiatan-kegiatan kepemudaan, tentunya dengan melibatkan organisasi kepemudaan," imbuhnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement