Senin 08 Jun 2015 05:59 WIB

Khazanah Mimbar Plus Dukung Wakaf Alquran

Direktur Khazanah Mimbar Plus Yayah Rokayah Ramdan
Foto: Irwan Kelana/Republika
Direktur Khazanah Mimbar Plus Yayah Rokayah Ramdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penerbit Khazanah Mimbar Plus mendukung kegiatan wakaf Alquran yang dilaksanakan oleh berbagai lembaga. “Kami sangat mendukung kegiatan wakaf Alquran yang dilaksanakan oleh berbagai lembaga,” kata Direktur Khazanah Mimbar Plus Yayah Rokayah Ramdan, Jumat (5/6).

Yayah menyebutkan, selama ini Khazanah Mimbar Plus telah bekerja sama dengan sejumlah lembaga dalam rangka wakaf Allquran. Misalnya Baitul Mal Hidayatullah (BMH), Bank BRI, RS Ummi di Bogor, dan  Majelis Ta’lim Telkomsel.

Selain itu,  CIMB Niaga Syariah, Denso Tachi, dan Andalan Perkasa Group.  “Mereka membeli Khazanah Quran, baik untuk anggota/karyawannya maupun didistribusikan ke sekolah, majelis ta’lim, mushala, masjid, yayasan yatim, dan gur honorer,” paparnya.

Salah satu kerja sama jual-beli Alquran untuk wakaf itu adalah kerja sama antara Khazanah Mimbar Plus dengan lembaga amil zakat (LAZ) Baitul Mal Hidayatullah untuk menyukseskan program Sejuta Wakaf Alquran.

 

“Dalam kerja sama tersebut, kami memberi harga yang sangat khusus. Selain itu, kami juga berusaha membantu pemasaran atau mencari donator, serta membantu teknis pengiriman Alquran tersebut ke seluruh Indonesia,” tuturnya.

Manajer Program Pemberdayaan BMH  M Fahrurrozi mengatakan program Wakaf Sejuta Alquran digulirkan sejak Januari 2015. Program tersebut dihadirkan untuk menjawab kondisi memprihatinkan umat Islam Indonesia dewasa ini yang masih sangat kekurangan Alquran.

Mengutip data BPS tahun 2013, Fahrurrozi mengatakan sebanyak 54 persen umat Muslim Indonesia masih buta baca tulis Alquran. “Salah satu penyebabnya  adalah kurang meratanya Alquran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan Alquran secara nasional di Indonesia mencapai angka 30 juta eksemplar per tahun. “Jumlah pasokan Alquran masih sangat jauh dari kebutuhan, dan khususnya  di daerah peloksok pedalaman Alquran sangat susah didapatkan,” papar Fahrurrozi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement