Rabu 06 May 2015 17:35 WIB

Kemenag: Kuota Haji Khusus Tersisa 42 Slot

Situs Suci umat Islam, Kabah, tempat menunaikan ibadah haji dan umrah.
Foto: Reuters
Situs Suci umat Islam, Kabah, tempat menunaikan ibadah haji dan umrah.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Abdul Djamil mengatakan pihaknya akan mengupayakan kuota haji khusus agar terpakai seluruhnya menilik belakangan terdapat 42 slot tersisa hingga tenggat akhir pelunasan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

"Prinsipnya adalah semua kuota terpakai, tidak ada yang tersisa. Jika masih ada maka akan dibuka lagi tahap berikutnya," kata Abdul di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan kuota haji yang diberikan pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia merupakan hal yang sangat berarti. Untuk itu, Abdul mengatakan tidak akan membiarkan sisa slot yang ada itu menguap begitu saja.

Pelunasan PIHK terakhir atau tahap III sendiri telah ditutup pada Senin (3/5). Hingga penutupan terakhir itu masih ada sisa kuota. Abdul mengatakan Kemenag akan membuka kembali kesempatan kepada 42 calon jamaah haji yang mampu melunasi PIHK atau yang dulu lebih dikenal dengan ONH Plus itu.

Kuota jamaah haji khusus tahun 2015 berjumlah 13.600 orang yang terbagi 12.831 sebagai calon haji dan 769 kuota petugas PIHK.

Sebelumnya, pelunasan PIHK dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap I pada 2 April, tahap II ditutup pada 17 April dan tahap III pada 3 Mei.

Mengenai kapan tahap IV pelunasan PIHK akan dibuka, Dirjen PHU belum dapat memastikan. Alasannya, masih ada waktu yang cukup lama jelang pelaksanaan ibadah haji. Sementara itu, Kemenag akan segera mengumumkan tahap IV jika memang telah dibuka.

Abdul mengatakan pihaknya akan selalu memprioritaskan para calon jamaah haji yang belum pernah sekalipun dalam hidupnya menunaikan ibadah haji.

Sisa 42 slot itu dikatakannya juga akan diutamakan kepada calon jamaah haji sesuai urutan kacang atau dari nomor terkecil menuju nomor yang lebih besar berdasarkan nomor di Sistem Komputerasi Haji Terpadu (Siskohat).

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement