Senin 09 Feb 2015 12:43 WIB
Kongres Umat Islam Indonesia

Wapres JK Resmi Membuka KUII Keenam

Rep: c14/ Red: Damanhuri Zuhri
Jusuf Kalla
Foto: Republika/ Wihdan
Jusuf Kalla

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) secara resmi membuka rangkaian acara Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) Keenam di Keraton Yogyakarta Hadiningrat, Yogyakarta, Senin (9/2).

Sebelumnya, diwartakan KUII Keenam akan dibuka Presiden RI, Joko Widodo. Namun, yang bersangkutan berhalangan hadir pada hari pembukaan dan karenanya dijadwalkan hadir pada sesi penutupan kongres ini.

"Saya menyampaikan, Bapak Presiden Jokowi meminta maaf, tidak bisa menghadiri pembukaan Kongres karena masih ada acara di Filipina. Jadi dibalik. Pembukaannya (KUII Keenam) oleh saya, sedang penutupannya oleh Bapak Presiden," kata Wapres JK di Yogyakarta, Senin (9/2).

Dalam pidatonya, Wapres menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaran KUII Keenam. Diharapkannya, kongres ini mampu memunculkan semangat keislaman, baik di bidang politik, ekonomi, maupun budaya.

Wapres menyampaikan, karakteristik politik Indonesia berbeda dari negara-negara lainnya. Yakni, mengutamakan persamaan di antara perbedaan. "Kita mengutamakan persamaan. Sama-sama umat Islam. Baik itu di partai-partai yang berbeda," ujar Wapres JK, Senin (9/2).

Wapres juga menginginkan agar KUII kali ini menyinggung identitas Islam Indonesia yang rahmatan lil alamin. Yakni menjadikan Indonesia sebagai pusat pemikiran Islam bagi dunia internasional.

"Kita lihat misalnya Islam di Afghanistan, Suriah. Akhlak apa yang bisa kita lihat dari sana?  Padahal, agama itu mengarah pada akhlak yang baik," kata Wapres JK.

Akhirnya, Wapres JK mengajak agar para peserta semua berfokus pada penguatan kekuatan umat Islam Indonesia. Sebab, sebagai mayoritas penduduk, umat Islam Indonesia belum memegang peranan penting dalam ekonomi nasional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement