REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VI, Senin (9/2) akan dibuka di Bangsal Keraton Yogyakarta Hadiningrat.
Sejumlah tamu undangan dan para peserta sekitar 700 orang hadir. Salah satunya, utusan dari Rabithah 'Alam Islamy, Hassan Saeeed M Bugis, selaku Manager of Indonesia Office Member of General Assembly Rabithah 'Alam Islamy.
"Insya Allah, kongres ini menyatukan umat Islam Indonesia juga, insya Allah, pesannya sampai seluruh dunia," ujar Hassan.
Hassan juga menegaskan, isu pendidikan merupakan isu terpenting dalam membahas persatuan umat Islam. Ia berharap, kongres ini juga menggiatkan aktivitas pertukaran mahasiswa dan santri pesantren-pesantren di Indonesia dengan lembaga-lembaga pendidikan tinggi di luar negeri.
"Terutama dalam hal pendidikan bahasa Arab. Karena kita umat Islam dan itu adalah bahasa Alquran. Jadi untuk menyatukan umat Islam, utama sekali kerja sama antarsemua negara Muslim untuk berbagi pengalaman pendidikan," tegas Hassan.
Kaitannya dengan pesantren, Hassan menilai lembaga pesantren memiliki standar keilmuan yang tinggi. Sehingga, perlu bagi lembaga pesantren untuk meluaskan jaringan lulusannya ke luar negeri.
"Saya kira, pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang utama," kata Hassan.




