Jumat 12 Dec 2014 19:45 WIB

Barat Harus Tiru Cara Jepang Bertoleransi dengan Islam

Rep: c01/ Red: Agung Sasongko
Muslim Jepang
Foto: Onislam.net
Muslim Jepang

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Jika islamofobia masih cukup marak terjadi di negara-negara Barat, Jepang justru menunjukkan hal sebaliknya. Pemerintah Jepang justru tengah mengusahakan agar para Muslim yang mengunjungi Jepang dapat merasa seperti di rumah sendiri.

Bagi para Muslim yang datang berkunjung ataupun menetap di Jepang, banyak fasilitas halal yang dapat ditemukan. Beberapa universitas, hotel, hingga restoran kini telah menyediakan menu halal sebagai pilihan.

Selain itu ada pula pariwisata syariah bagi para Muslim. Tak hanya sampai di situ, beberapa bandara dan perusahaan bahkan telah menyediakan mushala sebagai tempat para Muslim untuk beribadah.

Usaha pemerintah untuk memberikan kenyamanan pada para Muslim kian terasa saat memasuki bulan Ramadhan. Pada bulan puasa ini, masjid di Jepang kerap didatangi oleh warga Jepang yang non Muslim.

Salah satu pengusaha Jepang asal Pakistan, Rahil Khan, menyatakan bahwa banyak warga Jepang yang merasa sepi di rumah. Sehingga mereka datang ke masjid untuk mengobrol dan berbagi senda gurau.

"Saat iftarm banyak warga Jepang yang datang untuk makanan gratis. Mereka mengikuti Ramadhan lebih dari Islam. Seperti sebuah festival," ujar Khan seperti dikutip Japantimes.com, Jumat (12/12).

Direktur Eksekutif Pusat Keislaman Jepang di Ohara, Musa Omar, menyatakan Islam tengah berkembang di negeri sakura tersebut. Omar juga menyatakan mereka tak pernah berusaha mengajak warga Jepang untuk memeluk Islam, akan tetapi setiap hari masjid-masjid di Jepang dipenuhi dengan pengunjung. Omar menyatakan banyak di antara warga Jepang yang kemudian memeluk Islam.

"Banyak di antaranya memeluk Islam karena pernikahan, baik laki-laki maupun perempuan," terang Omar.

Omar juga menyatakan Islam di Jepang tidak memiliki ikatan dengan situasi politik dari negara-negara asal para Muslim. Selain itu, tidak ada pemisahan sekte di masjid-masjid Jepang, sehingga tidak ada permasalahan antara Sunni maupun Syi'ah. Petugas kepolisian pun berpihak pada Muslim dan terbuka terhadap Islam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement