REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu akar permasalahan konflik di masyarakat bahkan di dunia karena tidak adanya keadilan dan kesejahteraan antara masyarakat yang satu dengan yang lain. Akhirnya, ketika suatu kelompok merasa diabaikan, terintimidasi lantas terjadi benturan, akan muncul konflik fisik yang menuai kerugian dari kedua belah pihak.
"Makanya, kuncinya adalah kemakmuran," katanya singkat seusai membuka acara World Peace Forum pada Kamis malam (20/11). Dalam sambutannya, JK memang menekankan aspek kemakmuran dan keadilan yang mesti diterapkan, untuk menjaga perdamaian. Penting, kata dia, keadilan pelayanan pemerintah untuk pusat maupun daerah. Sebagaimana penting pula pembangunan pemahaman masyarakat akan indahnya toleransi dan salinh berdampingan di tengah keberagaman.
Di samping itu, lanjut JK, pada dasarnya semua agama mengajarkan soal keadilan dan perdamaian. Namun, salah tafsir pemahaman agama kerap menjadi sumber penyulut konflik. Selain itu, kepentingan politik tertentu pun pun kerap mengacaukan upaya perdamaian dunia.
Ia juga menyebut, Muhammadiyah merupakan warisan sekaligus aset yang dimiliki Indonesia dan tidak dimiliki negara lain. Begitu juga ormas lainnya seperti Nahflatul Ulama, mereka berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat di bidang intelektual, spiritual dan fisik.




