Selasa 04 Nov 2014 09:59 WIB

Dua Dubes Hadiri Peletakan Pertama Pembangunan Masjid

Pembangunan masjid (ilustrasi).
Foto: Republika/Tahta Aidilla/ca
Pembangunan masjid (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG – Dua duta besar negara sahabat dijadwalkan menghadiri peletakan baru pertama pembangunan Masjid An-Nubuwwah di Pondok Pesantren Al-Fatah Muhajirun Natar Lampung Selatan yang akan menjadi masjid terbesar di Lampung.

"Duta besar yang memastikan hadir, yakni Duta Besar Palestina, dan Duta Besar Paraguay yang baru menjadi mualaf di Indonesia beberapa waktu lalu," kata ketua pelaksana pembangunan masjid Dade Novirzal, di Bandarlampung, Selasa (4/11).

Masjid ini dirancang berkapasitas dapat menampung 6.000 jamaah dengan biaya pembangunan sekitar Rp 13 miliar.

Selain dua dubes itu, peletakan batu pertama juga dijadwalkan dihadiri oleh beberapa duta besar negara Islam, seperti Kuwait, Yaman, dan Sudan. Duta Besar Norwegia juga dijadwalkan hadir.

Peletakan batu pertama Masjid An-Nubuwwah dijadwalkan pada Jumat (7/11) yang direncanakan oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Menurut Novirzal, di kompleks Masjid An-Nubuwwah tersebut juga disiapkan berbagai fasilitas keumatan, seperti perpustakaan multimedia online, aula telekonferensi, studio radio dan televisi Islam, poliklinik masyarakat, serta kantor BMT (Baitul Mal Wat Tamwil), dan zakat, infak, sedekah (ZIS).

Masjid An-Nubuwwah sesuai dengan namanya diharapkan menjadi masjid yang berfungsi untuk berbagai kegiatan sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW untuk salat berjamaah maupun aktivitas keumatan lainnya.

Masjid dengan luas bangunan 3.526 meter persegi di atas tanah seluas 8.632 meter persegi ini, dibangun di kompleks Ponpes Al-Fatah Natar Lampung Selatan.

Panitia juga memprogramkan adanya semacam museum berisi diorama film dokumenter perjuangan Rasullah SAW, seperti Perang Badar, Khaibar, Fathu Makkah, replika pedang nabi, maket Masjid Al-Aqsha Palestina, dan lainnya.

Masjid ini dibangun mengingat perkembangan jumlah santri mencapai sekitar 1.300 orang ditambah warga sekitar kurang lebih 1.000 orang. "Apalagi jika pengajian akbar, shalat berjamaah paling tidak dua gelombang. Sedangkan daya tampung masjid sekarang sekitar 500-700 jamaah," ujar Novirzal.

Para dermawan yang berniat investasi amal jariah dapat langsung ke lokasi pembangunan di kompleks Pondok Pesantren Al-Fatah, Al-Muhajirun Negara Ratu Natar Lampung Selatan, sekitar 12 km dari Bandara Raden Intan II.

"Bantuan juga dapat melalui rekening BRI nomor 06600-1000-271-302 atas nama panitia pembangunan Masjid An-Nubuwwah," katanya lagi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement