Selasa 07 Oct 2014 17:13 WIB

Mualaf Belgia: ISIS dan Alqaidah Menodai Islam

Rep: Gita Amanda/ Red: Julkifli Marbun
ISIS
Foto: Reuters
ISIS

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSEL -- Seorang mualaf asal Belgia mengatakan, kelompok teroris seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Alqaidah menodai citra Islam. Menurutnya ajaran Islam yang sesungguhnya mempromosikan pesan perdamaian dan toleransi.

Mario Cools yang tertarik dengan Islam karena larangan Islam mengkonsumsi alkohol mengatakan, jika seseorang benar-benar belajar tentang Islam mereka akan menemukan bahwa Islam bukan mengenai pembunuhan dan kekerasan. Sebaliknya Islam itu peduli dan membantu sesama.

"Ini adalah pesan perdamaian," kata Cools seperti dilansir Arab News.

Ia mengatakan kelompok teroris seperti ISIS dan Alqaidah menodai citra Islam. "Kegiatan kriminal mereka mengganggu saya," katanya. Ia menambahkan organisasinya, 4 New Muslims, tengah memproduksi sebuah film yang menggambarkan Islam yang sesungguhnya.

Ia juga mengisahkan pengalamannya berkunjung ke Mesir bersama istrinya, mengubah hidupnya. Tak hanya itu, istri dan putrinya pun akhirnya memeluk Islam.

"Kami bertemu keluarga Muslim dan terkesan dengan perilaku mereka, mereka mengilhami kami untuk belajar lebih banyak tentang Islam dan Muslim," katanya.

Ia menyatakan terkesan dengan ajaran Islam yang melarang kaum Muslim mengkonsumsi alkohol dan narkotika lainnya. Ini membuatnya yakin bahwa Islam adalah agama yang benar, karena berusaha melindungi pikiran orang. Cools mengatakan, kini semua anggota kelurganya masuk Islam.

Cools melakukan haji pertamanya tahun ini. Ia mengaku begitu bahagia saat melihat Ka'bah. "Saat melihatnya pertama kali saya merasa bahagia yang tak bisa dijelaskan. Jantungku berdebar cepat dan memberi sapa semangat spiritual dan kebangkitan baru," ujarnya.

Diperkirakan 650 ribu Muslim kini tinggal di Belgia, terutama berasal dari Maroko dan Turki. Negara ini kini memiliki lebih dari 300 masjid dan tempat-tempat ibadah Muslim lain.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement