Rabu 13 Aug 2014 06:00 WIB

Kemenag Usulkan Ubah Pesantren dari Madrasah

Santri
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Santri

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKA -- Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, mengusulkan dua pondok pesantren untuk ditingkatkan statusnya menjadi madrasah sehingga bisa menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar mandiri.

"Kami sudah melakukan peninjauan lapangan ke dua pondok pesantren tersebut sebagai tindak lanjut proposal permohonan peningkatan status menjadi madrasah yang diajukan pengurus pondok," ujar Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kabupaten Bangka Barat, Safrian Isbihani di Muntok, Selasa kemarin.

Ia menjelaskan dua pondok pesantren tersebut masing-masing Pondok Pesantren Madiatul Ilmi di Kecamatan Tempilang dan satu pesantren di Desa Dendang, Kecamatan Kelapa. "Ke dua pondok pesantren tersebut mengusulkan agar bisa menjadi madrasah aliyah atau setingkat sekolah menengah atas, kami sudah ajukan proposal permohonan pengurus ke Kanwil Babel," kata dia.

Ia mengharapkan pada tahun ini minimal satu pondok pesantren yang bisa meningkat statusnya menjadi madrasah, yaitu pondok pesantren yang ada di Kecamatan Tempilang. Dalam peninjauan langsung ke lokasi itu, kata dia, pondok pesantren tersebut cukup layak dan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan berbasis keislaman juga tinggi.

"Cukup layak, dari sisi ketersediaan lahan dan jumlah santri cukup mendukung dan layak menyelenggarakan pendidikan sendiri," katanya.

Ia mengatakan selama ini dalam penyelenggaraan pendidikan di pondok tersebut masih menginduk ke madrasan negeri yang berada di Desa Penyampak, Kecamatan Tempilang. Menurut dia, pola tersebut tidak efektif dalam pengembangan pendidikan para santri maupun pondok karena terdapat beberapa kendala khususnya dalam pendanaan.

"Kami berharap proposal disetujui dan pondok pesantren itu meningkat menjadi madrasah sehingga bantuan operasional sekolah bisa disalurkan untuk memotivasi para santri dan pengelola pondok dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement