REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat, KH. Muhyidin Djunaidi, menyatakan, Baha'i adalah agama produk manusia dengan pendirinya, Bahaullah, yang mengaku sebagai manifestasi Tuhan di dunia.
"Misi utama agama Bahai adalah menyampaikan perdamaian dan keadilan universal. Semua agama dianggapnya sama baik," tutur Muhyidin saat dihubungi Republika Online, Kamis (23/7) malam.
Menurut Kiai Muhyidin, Bahai mengakui Bahaullah sebagai Tuhan Maha Esa yang mereka sembah. Pengikut bahai menekankan tentang pentingnya pendidikan dan emansipasi mutlak bagi kaum perempuan.
Pendiri agama Bahai adalah orang Iran pada tahun 1884 yang bernama Babullah, atau 'pintu Allah', Jadi, sebenarnya Bahai punya kemiripan dengan agama dunia lainnya seperti Hindu, Buddha dan Shinto.
"Makam Babullah ada di Haifa, Israel. Saya kawatir pengikut Bahai akan minta izin pemerintah untuk dibolehkan ziarah ke Israel dengan alasan agama," ungkap Muhyidin.
Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin menyatakan bahwa Baha'i telah diakui pemerintah. Dengan begitu, terdapat tujuh agama yang diakui pemerintah Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.




