Ahad 23 Feb 2014 18:06 WIB

Gerak Jalan Kerukunan Rekatkan Umat Lintas Agama di Aceh

Menteri Agama Suryadharma Ali
Foto: Republika/Yasin Habibi
Menteri Agama Suryadharma Ali

REPUBLIKA.CO.ID,  ACEH BARAT -- Banyak cara untuk mewujudkan harmoni dan kebersamaan lintas agama. Ragam inisiatif dilakukan oleh pemerintah ataupun secara swadaya.

Seperti yang tampak pada Gerak Jalan Kerukunan di Meulaboh, Aceh Barat, Rabu (19/02) pagi, seperti dikutip dari Antara.

Ribuan santri, murid madrasah serta umat lintas etnis, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan agama dari berbagai daerah di Aceh turut serta dalam perhetalan ini.

Acara semakin meriah dengan pembagian hadiah berupa motor, sepeda, kulkas, perabot dapur, dan peralatan ibu rumah tangga.

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, kerukunan bukanlah hiasan bibir karena bagi kehidupan bangsa sangat penting dan harus dipelihara secara berkelanjutan.

Hal ini mengingat masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai etnis dengan segala dinamikanya. Sebab, kerukunan bersifat dinamis dan cepat berubah seketika. “Karena itu, harus dirawat,” kata dia.

Menag menjelaskan, alasan diselenggarakannya gerak jalan kerukunan bukan karena di daerah itu punya masalah, melainkan kerukunan itu harus dirawat ibarat pohon.

Jika kerukunan ada, tentu tak akan ada lagi hambatan bicara persatuan dan kesatuan. “Kerukunan dan kesatuan bangsa harus dibaca dalam satu kesatuan,” Menag menerangkan.

Kerukunan itu, lanjut Menag, adalah kunci bagi kehidupan bangsa. Supaya lebih rukun antarbudaya, antarsuku, sistem nilai yang berbeda, maka gerak jalan menyehatkan itu bisa membawa satu sama lain berkomunikasi sehingga tercipta saling kenal, semakin akrab.

Melihat antusiasme warga yang ikut gerak jalan ini, Menag merasa yakin Provinsi Aceh akan dapat menjadi contoh kerukunan bagi bangsa Indonesia. “Tidak ada lagi sekat, semua berdampingan berjalan,” Menag menjelaskan. 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement