Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Islam Cheng Ho (3):

Selasa 11 Feb 2014 16:36 WIB

Red: Chairul Akhmad

Laksamana Cheng Ho dan armadanya (ilustrasi).

Laksamana Cheng Ho dan armadanya (ilustrasi).

Foto: Blogspot.com

Oleh: Afriza Hanifa

Keluar dari Misi Kaisar
Sebelum kedatangan Cheng Ho ke Semarang, telah bermukim orang-orang Cina yang berhijrah ke Tanah Jawa.

Simongan, lokasi Sam Poo Kong kini, menjadi awal la pemukiman mereka. Mereka telah mendiami kawasan tersebut, menurut catatan Belanda JR Van Berum, sebelum tahun 1000 Masehi.

Kemudian, Muhammad Husayn dalam disertasinya, menyatakan orang-orang Cina telah bermukim di Semarang sejak 921 Masehi.

Meski demikian, tahun awal mula kedatangan mereka ke Semarang masih tak dapat dipastikan. Hal itu kemudian dikaitkan dengan saat kedatangan Cheng Ho di abad ke-16. Ada catatan atau inskripsi yang menyebutkannya.

Lalu, dengan adanya permukiman tersebut, muncul pertanyaan, apakah perjalanan Cheng Ho menuju Semarang memiliki maksud tertentu?

Sejarawan Semarang Amen Budiman, justru mengindikasikan perjalanan Cheng Ho ke Semarang memiliki suatu maksud. Namun, maksud itu berbeda dengan tujuan muhibah-muhibah yang diceritakan dalam sejarah Dinasti Ming.

Dalam sejarah Dinasti Ming (Ming Shih), disebutkan bahwa muhibah Cheng Ho memiliki dua tujuan, yakni untuk memburu dan menangkap Chu Yun Wen serta tujuan kedua untuk memamerkan kekuatan Kekaisaran Cina.

Chu Yun Wen atau Hwui Ti merupakan mantan kaisar Cina yang dijatuhkan oleh Chu Ti dengan pemberontakan pada 1399-1402 Masehi. Cheng Ho pun ikut andil dalam memenangkan Kaisar Chuti. Pascakemenangannya, Kaisar Chu Ti terus memburu Hwui Ti.

Maka itu, ia memberikan tugas tersebut kepada Cheng Ho. Tak hanya itu, kekuatan militernya pun ingin diperagakan melalui muhibah Cheng Ho. Tujuannya, supaya kekaisaran Cina dapat dikenal sebagai kerajaan yang kuat oleh dunia.

Mengemban misi ini, sebayak 37 negeri telah berhasil dikunjungi Cheng Ho. Di antaranya, Chao Wa (Jawa), Sun La (Sunda), San Fo Chi (Palembang), A Lu (Aru, Sumatra), Po Ni (Brunai dan Kalimantan), Peng Heng (Pahang), Man La Kia (Malaka), Chi Lan Tan (Ke lantan), Hsien Lo (Siam), Ku Li (Ka likut India), His Lan Shan (Sailan), Hu Lu Mo Ssu (Hormus), A Tan (Aden), Mu Ku Tu Shu (Mogadishu Somalia), dan lain sebagainya.

Kedatangannya ke Chao Wa (Jawa), atau lebih khusus ke Semarang, menurut Amen, tak bermaksud mencari Hwui Ti ataupun sekadar memamerkan kekuatan Kerajaan Chu Ti.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA