Senin 04 Nov 2013 13:59 WIB

Hadapi Islamofobia, Muslim AS Butuh Islamic Center

Muslim AS shalat di aula ibadah dalam Islamic Center, Kota New York
Foto: Reuters
Muslim AS shalat di aula ibadah dalam Islamic Center, Kota New York

REPUBLIKA.CO.ID,  NEW YORK -- Umat Islam AS membutuhkan masjid atau Islamic Center guna melindungi mereka dari peningkatan kecurigaan masyarakat AS terhadap Islam dan Muslim atau Islamofobia. Itu sebabnya bermunculan organisasi Islam seperti Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) atau Islamic Center New York.

"Kurangnya organisasi Islam membuat Muslim AS sulit menceritakan kisah dan narasi mereka sendiri," ungkap Khalid Latif, ustadz New York University, seperti dikutip bbc.co.uk, Senin (4/11).

Menurut Khalid, setiap Muslim AS berusaha mengintegrasikan keyakinannya ke dalam masyarakat AS. Ini yang disadari bahwa usaha itu akan mendapat banyak perlawanan.

Soal ini, profesor Georgetown University, Jose Casanova menilai jika Muslim AS bertahan dengan gempuran itu maka akan ada perbedaan besar. "Jika Anda memiliki pemimpin yang berkomitmen soal itu, maka mereka dapat membawa masyarakat," kata dia.

Itu sebabnya, menurut Khalid, penting sebuah organisasi menyiapkan pendidikan. Masjid dan Islamic Center merupakan wadah mendidik dan menjangkau. Jika benar itu dilakukan, efeknya begitu luar biasa.

"Sayang, belum sepenuhnya ini dilakukan," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement