Kamis 19 Sep 2013 16:08 WIB

Berkah Rezeki Ramadhan Bagi Seorang Loper Koran

Rep: Hannan putra/ Red: Citra Listya Rini
Ramadhan (ilustrasi)
Foto: Antara/Sahrul Manda Tikupadang
Ramadhan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Setiap makhluk hidup di dunia, baik yang taat maupun yang kafir selalu mendapatkan rezeki dari Allah. Itulah mengapa ia dinamakan Maha Pengasih karena ia tak pernah pilih kasih. 

Sekiranya itulah yang dirasakan salah seorang pemenang Kuis Rezeki Ramadhan 1434 H, Maftuh Supriyadi (29 tahun). Ia sama sekali tak menduga namanya akan terpampang sebagai pemenang dalam acara kuis tersebut. Itulah yang dinamakan sebagai pertanda sayangnya Allah bagi hamba-Nya.

Mahasiswa akhir di semester tujuh di Unisba tersebut memang tengah membutuhkan dana sebagai penyelesaian kuliahnya. Sebagai usaha sampingan, ia mengumpulkan koran-koran bekas untuk dijual. "Per kilogram hanya dihargai Rp 800," kata Maftuh.

Ia tak tahu, entah berapa kilo koran bekas yang harus ia kumpulkan hanya untuk mendapatkan uang yang cukup. Hingga suatu hari di bulan Ramadhan, dari koran yang ia kumpulkan terselip koran Republika yang memajang pengumuman Kuis Rezeki Ramadhan. 

"Saya memang suka tantangan. Apalagi pertanyaan yang ada dalam kuis tersebut adalah bahan-bahan yang biasa saya ajarkan di anak-anak mengaji," jelas Maftuh.

Ketika itu, tertulis pertanyaan dalam kuis tersebut, "Siapakah sahabat nabi yang ketika wafat 'Arsy Allah yang ada dilangit langsung bergetar?" Ingatan Maftuh langsung melayang kepada sesosok tokoh Saad bin Mua'adz. 

Ia ingat betul ketika mengisahkan seorang sahabat tersebut kepada anak didiknya di salah satu taman baca Alquran. Sosok yang agung, hingga ketika wafatnya, 'Arsy Allah yang ada dilangit ikut berguncang.

Akhirnya, Maftuh ikuti terus kuis yang terus tampil selama Ramadhan itu. Ia kumpulkan lagi koran Republika edisi-edisi sebelumnya. Ia lengkapi sampai semua edisi ada ditangannya. 

"Saya kumpulkan semua koran edisi Ramadhan. Semuanya ada 29 pertanyaan dari tgl sepuluh sampai terakhir ramadhan. Semuanya ada empat sesi jadi empat amplop, yaitu tanggal 1-7, 8-14, 15-21, dan 22-29 Ramadhan," jelasnya.

Sebenarnya, Maftuh sendiri tak yakin akan menjadi pemenang. Ia hanya ingin memanfaatkan segala sesuatunya menjadi peluang. Koran yang biasa ia jual biasanya selalu ia baca terlebih dahulu. Tujuannya, hanya ingin menambah wawasan dan mencari peluang. 

Saat mendapat telepon dari panitia penyelenggara kuis, Maftuh seakan tak percaya. Ia sendiri awalnya sempat curiga, mengingat banyak sekali kasus-kasus penipuan berkedok kuis berhadiah.

"Saya langsung periksa di koran. Ternyata memang ada nama saya disana, sebagai pemenang lomba dan mendapat sepeda motor," jelasnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement