Ahad 25 Aug 2013 21:49 WIB

Guru Danau, Ulama dari Kalimantan Selatan

Rep: Rosita Budi Suryaningsih/ Red: Citra Listya Rini

REPUBLIKA.CO.ID, Tabalong, Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi yang dikenal sangat kental budaya islamnya. Banyak pula ulama-ulama besar yang berasal dari daratan borneo ini.

Dulu, ulama yang terkenal adalah Irham Chalid, yang hingga karismanya masih melekat pada peninggalannya, yaitu pondok pesantrennya yang masih berdiri dan melahirkan ulama-ulama muda lain sebagai penerusnya. 

Di kabupaten Tabalong, yang menjadi kota maju berkat usaha pertambangan minyak dan batubara pun kini banyak ulama yang disegani masyarakat Islam, dan jamaahnya sangat banyak. Salah satunya adalah Asmuni, yang oleh orang lokal dikenal dengan nama Guru Danau.

Selasa (20/9) malam itu, suasana di Tabalong sedikit berbeda dengan malam-malam biasanya. Di daerah Tanjung Mabuun, dekat dengan tugu obor yang menjadi simbol kabupaten ini, berderet-deret ratusan mobil terparkir di sana, bahkan ada pula mobil dengan plat nomor dari luar provinsi Kalimantan Selatan.

Ternyata sedang diadakan pengajian majelis taklim yang diikuti oleh ribuan jamaah, yang dipimpin oleh Guru Danau langsung malam itu. Semua jamaah memakai busana berwarna putih dengan kopiah yang beraneka bentuk menutupi kepalanya. 

Bagi jamaah perempuan, disediakan ruangan tersendiri yang dipisahkan dengan selembar kain dengan jamaah laki-laki. Semuanya khidmat, membaca dzikir dan shalawat mengikuti pemimpin jamaahnya dengan penuh penghayatan.

Kyai Asmuni duduk di ruang utama rumahnya. Sedangkan ribuan jamaah yang hadir, sekitar empat ribu orang memadati seluruh halaman hingga ke gang-gang dan tepi jalan raya. Pengajian ini dimulai dengan shalat maghrib berjamaah, dzikir bersama, dilanjutkan shalat isya, shalawatan, pengajian, dzikir, dan doa. 

"Saya telah berdakwah selama 35 tahun," ujarnya dengan suara yang teduh. Hingga kini, kyai Asmuni memiliki tiga pondok pesantren, yang diasuhnya di daerah sekitar kabupaten Tabalong. "Di Tanjung ini saya telah berdakwah selama 18 tahun," ujarnya.

Satu hal yang menarik dari diri Asmuni, adalah ia telah banyak memualafkan orang. Di malam pengajian ini, ada tiga orang mualaf yang dibimbingnya membaca syahadat malam itu. 

Adalah Mawardi, Sugiyanto, dan Wahyudi yang dituntun untuk masuk Islam dan mempelajari sebelumnya, dibimbing olehnya. "Hingga kini sudah ada lebih dari 1.500 orang yang saya tuntun membaca syahadat, untuk masuk Islam," kata Asmuni. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement