Jumat 12 Jul 2013 09:10 WIB

Muslim Pakistan Tarawih Ditemani Polisi

Rep: Agung Sasongko/ Red: A.Syalaby Ichsan
 Sejumlah pria Pakistan membagikan piring makanan kepada jamaah yang hendak berbuka puasa di Karachi, Pakistan, Sabtu (21/7).  (Shakil Adil/AP)
Sejumlah pria Pakistan membagikan piring makanan kepada jamaah yang hendak berbuka puasa di Karachi, Pakistan, Sabtu (21/7). (Shakil Adil/AP)

REPUBLIKA.CO.ID, KARACHI -- Sedari hari pertama hingga kini, masjid-masjid di Pakistan dipadati jamaah yang hendak melaksanakan tarawih. Berbarengan dengan itu, keamanan lingkungan masjid diperketat. 

Pengamanan ini sangat dibutuhkan warga Pakistan yang mulai merasa was-was dengan adanya kemungkinan serangan bom. Karenanya,  Warga Pakistan menyambut baik dengan pengamanan tersebut.

"Saya puas dengan pengamanan yang dilakukan. Di sini, masjid, saya ingin perbanyak ibadah. Tidak ada seorang Muslim pun yang menginginkan ketegangan terjadi," ungkap Mohammad Ahmed, seorang jamaah, seperti dikutip alarabiya.net, Jumat (12/7).

Kekhawatiran warga Pakistan cukup beralasan. Ini mengingat, sejam sebelum tarawih pertama digelar, pembantu presiden Pakistan Asif Ali Zardari tewas akibat serangan bunuh diri. 

Sejak berakhirnya kekuasaan mantan Presiden Pakistan Pervez Musharaf, Pakistan jauh dari kata aman. Munculnya kelompok perlawanan menambah runyam situasi.  

Bagi PM terpilih, Nawaz Sharif, keamanan Pakistan jadi pekerjaan rumah utama. Ia harus menciptakan stabilitas keamanan yang selama ini bak bom waktu yang siap meledak kapan pun.

Di mata masyarakat Pakistan sendiri berharap momentum Ramadhan menjadi awalan baik guna menciptakan keamanan yang lebih baik di negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini. Semoga saja.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement