REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Surat kabar internasional mengungkap pelanggaran keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Israel.
Intelijen Iran berhasil merekrut tentara dan siswa sekolah agama, bersamaan dengan sorotan terhadap tragedi kemanusiaan di Tepi Barat yang memaksa keluarga Palestina melarikan diri dari "neraka" pemukim.
New York Times mengangkat secara luas tentang keluarga Palestina di desa-desa Tepi Barat yang diduduki dipaksa meninggalkan tanah dan rumah mereka, di bawah tekanan serangan brutal dan sistematis oleh pemukim Israel.
Surat kabar tersebut menampilkan kisah keluarga warga bernama Rizq Abu Naim, yang terpaksa meninggalkan desanya akhir pekan lalu setelah dua tahun menderita, selama itu mereka mengalami berbagai serangan dengan berbagai cara dan setiap saat.
Surat kabar tersebut mendokumentasikan detail serangan terakhir yang menghancurkan keluarga tersebut, ketika pemukim bersenjata menyerbu rumah Abu Naim pada Sabtu, dan memukuli dia, istrinya, putrinya, dan cucunya dengan kejam.
Ketika putranya dan keponakannya yang masih remaja mencoba untuk membantu, para pemukim dan tentara pendudukan menembaki mereka, yang mengakibatkan mereka terluka, menurut kesaksian yang dikumpulkan oleh surat kabar tersebut.
Pelanggaran keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya
Dalam urusan internal Israel, surat kabar Jerusalem Post mengungkap kekhawatiran yang meningkat di dalam lembaga keamanan Israel akibat peningkatan besar dan belum pernah terjadi sebelumnya" dalam operasi spionase untuk kepentingan Iran di dalam Israel.
هيئة البث الإسرائيلية تفيد بأن الحكومة صدقت على مشروع قرار لبدء عملية تسوية وتسجيل أراض في الضفة الغربية للمرة الأولى منذ عام 1967 مضيفة أن القرار يسمح بتسجيل مناطق واسعة في الضفة الغربية على أنها أراضي دولة#الأخبار pic.twitter.com/TzTezTEdTY
— قناة الجزيرة (@AJArabic) February 15, 2026




