REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan suci Ramadhan adalah momentum istimewa. Inilah saatnya untuk meraih pahala dan ampunan Allah SWT yang terbuka luas. Dengan begitu, pengujung Ramadhan yakni Idul Fitri dapat menjadi momen kembali pada fitrah.
Namun, tidak semua orang dapat menjalani Ramadhan dengan kondisi yang 100 persen prima. Misalnya, orang-orang tua yang lanjut usia (lansia) dan telah gampang lupa. Mereka mengidap pikun, sehingga mungkin saja makan atau minum saat siang hari Ramadhan.
Lantas, bagaimana kewajibannya dalam berpuasa Ramadhan? Apakah mereka boleh tak berpuasa? Kemudian, apa yang dapat dilakukan keluarganya?
Terkait ini, pendakwah dari Pusat Kajian Hadis, Ustaz DR Ahmad Lutfi Fathullah, memberikan pandangan. Menurut dia, orang-orang yang lanjut usia (lansia) dan cenderung pikun, boleh tidak berpuasa. Namun, lanjut dia, kebolehan ini agar tidak kaku ditafsirkan di realitas.




