Sabtu 29 Dec 2012 18:28 WIB

Masjid Al Mi'raj, Miniatur Nabawi di Tol Cipularang (2)

Rep: Mohammad Akbar / Red: Chairul Akhmad
Masjid Al Mi'raj Tol Cipularang.
Foto: panoramio.com
Masjid Al Mi'raj Tol Cipularang.

REPUBLIKA.CO.ID, Daya pikat utama Masjid Al Mi'raj adalah kubahnya yang memendarkan warna keemasan.

Namun, tak seperti Masjid Dian Al Mahri, Depok, yang kubahnya dilapisi emas 18 karat, kubah Masjid Al Mi'raj tak ditaburi emas.

Walau tak berlapis logam mulia itu, kilau kubah Masjid Al Mi'raj tetap sangat memukau. Pada malam hari, kilau kekuningan kubah itu terlihat sangat indah.

Keelokan itu terasa sempurna, lantaran kubah masjid ini tak hanya satu, melainkan dua sekaligus. Begitu pun menara. Masjid dengan luas bangunan 450 meter persegi ini memiliki dua menara.

Bentuk kubah dan menara itu, lanjut Sutria, terinspirasi dari bentuk kubah dan menara Masjid Nabawi di Madinah. ''Itulah yang saya dengar dari perancangnya yang ingin memindahkan miniatur Nabawi ke sini,'' ujar Sutria Deradjat, manajer Masjid Al Mi'raj.

Agaknya tak sia-sia upaya sang perancang untuk menghadirkan Nabawi di tol Cipularang. Setidaknya, masjid yang berdiri di atas lahan seluas enam hektare ini berhasil memikat para pengendara mobil di Tol Cipularang untuk singgah dan beribadah di dalamnya.

''Saya senang dengan tempat ini,'' tulis Noprita Stella Zondag, salah satu pengunjung pada fanpage Masjid Al Mi'raj.

Tak hanya memikat dari luar, masjid yang diresmikan pada 9 Maret 2011 ini juga memesona ketika dinikmati dari bagian dalam (interior). Masjid yang didesain hanya satu lantai ini terasa lapang dan sejuk.

Sirkulasi udara bergerak leluasa. Selain dari ruang shalat wanita yang dibiarkan terbuka ke alam bebas, aliran udara juga menerobos dari lubang-lubang segi enam yang mengelilingi sebagian pintu masuk utama.

Walau konsep utama masjid ini adalah masjid modern, di bagian interior tetap ada sinergi dengan konsep masjid tradisional. Bentuk sinergi ini tampak dari hadirnya empat tiang besar yang menyangga kubah. Masjid dengan empat tiang penyangga, yang disebut sebagai sakaguru, dipelopori oleh Masjid Agung Demak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement