Jumat 30 Nov 2012 16:25 WIB

Pelaksanaan Musim Haji 2012 Jatim Berakhir

Rep: Amri Amrullah/ Red: Hazliansyah
  Jamaah haji kloter pertama asal Aceh turun dari pesawat saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Rabu (31/1) malam.   (Ampelsa/Antara)
Jamaah haji kloter pertama asal Aceh turun dari pesawat saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Rabu (31/1) malam. (Ampelsa/Antara)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pelaksanaan Musim Haji 2012 Provinsi Jawa Timur (Jatim) resmi berakhir setelah jamaah haji kloter 80 dipulangkan ke daerah asalnya Bondowoso, Jumat (30/11). Sebanyak 445 jamaah haji bersama lima petugas haji tiba di Asrama Haji Sukolilo Jumat pagi.

Mereka lebih dulu masuk ke Asrama Haji untuk menuntaskan dokumen seperti paspor.

"Alhamdulillah, secara umum pemulangan jamaah haji relatif lancar. Ada beberapa yang terlambat tapi semua di batas kewajaran karena tak sampai berjam-jam," kata Humas Panitia Pelaksanaan Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Fatchul Arief.

Kedatangan kloter terakhir Jatim ini disambut oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jatim, Sudjak. Dalam pernyataannya,  Sudjak mengucapkan terima kasihnya kepada semua elemen yang telah menyukseskan pelaksanaan haji tahun ini.

 

Menurut Sudjak, di awal-awal konsentrasi sempat tersita akibat adanya buku nikah dan paspor palsu. "Namun itu semua bisa tertangani lewat kerjasama yang baik dengan pihak kepolisian," ungkapnya. Total jamaah haji Jawa Timur yang menunaikan ibadah haji tahun ini sebanyak 33.395 dengan 72 diantaranya meninggal di Mekkah.

Terkait ratusan tas milik 3 kloter haji asal Surabaya yang masih tertinggal di Jeddah, Panitia Peyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyakinkan tas tersebut akan segera dikirimkan ke pemilik bersangkutan melalui embarkasi Surabaya. Dan pihak Saudi Airlines berkomitmen mengangkut sisa bawang bawaan tersebut dengan mencicil dengan penerbangan selanjutnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement