REPUBLIKA.CO.ID, Kematian Saad membuka ilmu mengenai pewarisan harta kepada anak, istri, dan saudara laki-lakinya.
Nama lengkapnya adalah Saad Ibnu Rabi al Khazraji al-Anshari. Dia termasuk salah seorang tokoh yang memahami bahwa jihad merupakan ibadah dan gugur di jalan Allah merupakan jihad.
Dia merupakan tokoh Anshar yang memberikan tumpangan kepada kaum Muhajirin dan menolong agama Allah, serta mempersembahkan nyawanya secara murah di jalan Allah. Dialah salah seorang Anshar yang mencintai surga, lalu beramal untuk mendapatkannya.
Saad lahir di negeri Yatsrib yang penuh berkah. Di tanah itulah dia menghabiskan masa kanak-kanaknya. Di antara sungai dan lembah-lembah Madinah itulah kemudaan dan kelelakiannya berkembang sempurna.
Sejak kecil, sang ayah telah melatihnya menunggang kuda, meloncat ke punggungnya, serta berlatih menggunakan tombak dan panah dalam berburu burung di udara dan binatang di darat.
Saad terkenal sangat rajin. Pada pagi-pagi buta dia telah berang kat untuk menikmati merekahnya sinar matahari yang merangkak menyapu kegelapan yang mundur terkalahkan. Di hadapannya adalah unta dan ternak peliharaannya. Dia memilihkan tempat pengembalaan dan padang rumput untuk hewan peliharaannya itu.
Setelah memastikan ternaknya mendapatkan rumput terbaik, dia lalu meninggalkan mereka untuk pergi berburu agar pada pengujung siang, dia kembali dengan membawa hewan buruan, seperti burung yang berhasil dipanahnya atau kelinci yang berhasil ditangkap dengan tombaknya. Dia sama sekali tidak menyia-nyiakan waktunya.
Jika telah lewat tengah malam, Saad kecil kembali ke rumahnya, sedangkan di kepalanya muncul petanyaan-pertanyaan yang aneh dan pikiran yang nyeleneh. Dia tidak mampu menjelaskan atau mengucapkannya. Dia senantiasa mengulang-ulang pertanyaan itu dalam dirinya.




