Jumat 09 Nov 2012 20:59 WIB

Menyikapi Fenomena Alam (1)

Rep: Nashih Nashrullah/ Red: Chairul Akhmad
Fenomena angin puyuh (ilustrasi).
Foto: AP Photo
Fenomena angin puyuh (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Menghujat angin berarti hujatan atas Penciptanya.

Ada banyak fenomena alam. Beberapa di antaranya cukup bersahabat dan tidak membahayakan manusia.

Tak jarang pula, “kekuatan” alam tersebut berbalik menjadi “musuh” yang mengancam jiwa.

Ada gelombang laut besar yang menghasilkan tsunami misalnya, terdapat juga letusan gunung yang menghasilkan lahar panas atau dingin.

Dan, angin merupakan bagian dari secuil fenomena alam yang lumrah dijumpai sehari-hari. Frekuensi angin pun beragam. Bila kecil, tentu tak jadi soal.

Jika angin tersebut besar dan menghasilkan daya luar biasa, sering kali membuat repot manusia dan kerap menyisakan kerugian, baik jiwa atau materi.

Teraktual ialah badai Shandy yang melanda Amerika. Lalu, bagaimana seharusnya seorang Muslim memandang fenomena alam tersebut?

Khatib Masjid Khalid bin al-Walid Khourtum Sudan Syekh Mahran Mahir Usman menjelaskan, pada prinsipnya, angin adalah bagian dari tanda kebesaran Allah SWT.

Angin memiliki manfaat yang menunjang hajat hidup orang banyak. Misalnya, angin berfaedah dalam proses penciptaan hujan, menggerakkan perahu nelayan, dan membantu proses kawin silang pada jenis tanaman tertentu.  

Karena itulah, tatkala angin berembus kencang maka hendaknya membaca doa. Inti doa itu adalah meminta kebaikan kepada Allah. Ini seperti yang tertuang dalam hadis Aisyah. Ia menjelaskan, Rasulullah kerap berdoa ketika muncul tiupan angin kencang. Rasul memohon kepada-Nya kebaikan dan berlindung dari keburukan angin tersebut.

Doa tersebut penting, mengingat sepanjang sejarah peradaban umat manusia, angin juga difungsikan sebagai salah satu bentuk siksaan. Allah membinasakan kaum Nabi Hud lewat bencana angin topan. “Dan juga pada (kisah) Aad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan.” (QS adz-Dzaariyat [51] : 41)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement