Jumat 02 Nov 2012 18:19 WIB

Kemenag Janji Koreksi Diri

Rep: Indah Wulandari/ Red: Hazliansyah
Menteri Agama, Suryadharma Ali mengunjungi jamaah haji di Arafah.
Foto: Heri Ruslan/Republika
Menteri Agama, Suryadharma Ali mengunjungi jamaah haji di Arafah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Usai dilontari 'jumrah' oleh para aktivis antikorupsi, Kementerian Agama janji akan mengoreksi diri. Sayangnya, janji itu tidak terlontar dari sang menteri, Suryadharma Ali, yang tengah berada di Australia.

Menteri Agama yang juga Ketua Umum PPP ini langsung bertolak ke Australia usai menjadi amirul hajj.

"Ini akan segera disampaikan kepada pihak yang mempunyai kewenangan untuk memberikan pernyataanya," jelas Kabid Humas Kementerian Agama Zainuddin Daulay, di kantornya, Jumat (2/11).

Dia berjanji meneruskan tuntutan dan pernyataan para aktivis ke Menteri Agama.

Usai mengantar kloter pertama di Jeddah, Menag dan istrinya Wardatul Asriah langsung bertolak ke negeri Kanguru. Di Australia, sang menteri menjenguk anaknya yang tengah studi.

"Kemungkinan Menag kembali ke tanah air tanggal 7 November mendatang," ujar Zainuddin.

Sebelumnya, perwakilan dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melihat banyaknya kasus terkait penyelenggaraan ibadah haji. Mereka berasal dari Lingkar Madani Indonesia (Lima), Lingkar Studi Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI), dan Indonesia Corruption Watch (ICW).

Mereka mengecam tindakan Menag karena mengelola penyelenggaraan haji bukan berprinsip melayani umat tapi melayani keluarga dan kolega.

Salah satu sorotannya adalah rombongan jumbo Menag berangkat ke Tanah Suci. Menurut perwakilan ICW, Firdausi Ilyas, harusnya kasus seperti itu tidak terjadi. Ada dugaan penyalahgunaan wewenang dan anggaran dalam rombongan Menag sebagai Amirul Haj Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement