Rabu 17 Oct 2012 09:30 WIB

Jamaah Kena Jamur? Inilah Cara Pencegahannya

Rep: Hannan Putra/ Red: Dewi Mardiani
Kulit gatal dan meradang (ilustrasi)
Foto: skincarebeautyzone.com
Kulit gatal dan meradang (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Infeksi jamur pada kaki bisa dialami jamaah haji. Infeksi jamur pada kaki dapat memunculkan ruam yang kering, bersisik, dan terasa sangat gatal, atau lepuh-lepuh kecil berisi cairan di antara jari-jari kaki atau di bawah kulit atau di sekitar tumit.

Infeksi-infeksi jamur muncul dalam kondisi-kondisi basah, seperti di antara jari-jari kaki atau di telapak kaki setelah mandi atau wudlu. Jamur tidak dapat berkembang dalam kondisi kering. Maka dari itu, biasakanlah mengeringkan kaki dan area-area diantara jari-jari kaki serta gunakanlah alas kaki yang terbuka, kapan pun memungkinkan, agar kaki cepat kering.

Jika infeksi jamur telah menyerang, maka perhatian khusus harus diberikan, apalagi jika anda juga menderita diabetes. Infeksi jamur pada kaki dapat menyebabkan retak-retak pada kaki (seperti kulit jeruk) atau membuat kaki menjadi lunak. Hal ini dapat mengundang infeksi sekunder dan bakteri lainnya yang menyebabkan selulit yang menyebar.

Infeksi-infeksi jamur dapat diobati dengan obat-obat antijamur hingga sembuh. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan obat yang tepat. Sebagai pencegahan dan sebagai pengobatan untuk beberapa kasus ringan, obat anti jamur yang murah mengangkat sel-sel kulit mati dan memperbarui kulit.

Gatal-gatal pada kulit juga bisa terjadi karena penyakit eczema, lichen phojuis, psoriasis, dan lain sebagainya. Hendaknya, jamaah mengunjungi dokter mereka untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sebelum keberangkatan.

Setelah keberangkatan ke Tanah Suci, langkah-langkah pencegahan juga tetap harus dilakukan. Namun, karena kondisi cuaca Arab Saudi yang kering dan panas, kebiasaan mengenakan alas kaki yang terbuka di sana, dan jarangnya karpet yang basah di masjid-masjid, maka infeksi-infeksi jamur jarang ditemui.Tanganilah infeksi-infeksi jamur dengan baik sebelum keberangkatan untuk mencegah terjadinya komplikasi.

sumber : Panduan Kesehatan Haji dan Umrah, Oleh Dr Farouk Haffejee
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement