Senin 15 Oct 2012 18:12 WIB

Di Banten, Daftar Haji 2012 Berangkat 2021

Rep: Alicia Saqina/ Red: Karta Raharja Ucu
Jamaah haji Indonesia (ilustrasi).
Foto: Republika/Rakhmawaty
Jamaah haji Indonesia (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon jamaah haji (CJH) di Provinsi Banten yang baru mendaftar tahun ini, baru bisa berangkat pada 2021 mendatang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama RI Provinsi Banten, Iding Mujtahidin, mengungkapkan ada beberapa faktor penyebab daftar tunggu CJH hingga sembilan tahun. Ia mengutarakan sebab utamanya ialah semakin tingginya pendaftar CJH di Provinsi Banten.

''Peminatnya luar biasa. Ibadah haji kan merupakan penyempurnaan rukun Islam, yaitu yang kelima,'' tuturnya saat ditemui ROL di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (15/10).

Iding menjelaskan, kuota CJH Indonesia yang diberikan untuk Banten per tahunnya ialah sebanyak 8.541 orang. Adapun total jumlah penduduk Banten saat ini sekitar sebelas juta jiwa.

 

Hal ini sungguh tidak sebanding dengan jumlah penduduk, yang sudah di atas sepuluh juta orang. ''Mungkin ideal harusnya kuota jamaah Banten per tahun, sekitar sepuluh hingga sebelas ribu orang,'' harap Iding.

Kian panjangnya daftar tunggu ibadah haji untuk Banten juga ditambah dengan tidak adanya penambahan kuota jamaah haji untuk seluruh wilayah di Indonesia. ''Jadi tahun ini seperti itu, Banten pun tidak ada kuota tambahan," sebutnya.

Karena alasan ingin menyempurnakan Rukun Islam itu, umat muslim rela menunggu ketika masih memiliki kesempatan berangkat. Alasan itu juga bisa digunakan agar CJH bisa menabung sebelum pemanggilan keberangkatan ke Tanah Suci.

''Sehingga waktu untuk mengumpulkan biaya naik haji cukup,'' ujarnya seraya mengatakan ongkos naik haji yang berlaku di Tanah Air tidaklah murah.

DKI Jakarta juga mengalami masalah serupa. CJH yang mendaftar di Jakarta harus menunggu sekira enam sampai tujuh tahun lagi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement