Senin 01 Oct 2012 10:12 WIB

21 dari 92 Kloter Garuda Terlambat

Jamaah haji Indonesia sedang menunggu koper di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah
Foto: Heri Ruslan/Republika
Jamaah haji Indonesia sedang menunggu koper di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Hingga hari ke-10 jumlah keterlambatan pesawat Garuda dengan pemberitahuan hingga dua jam masih cukup tinggi, yakni 21 dari 92 keloter di Bandara King Abdul Azis Jeddah.

"Jika dihitung dengan persentase masih diatas 20 persen bagi pesawat yang terlambat atau delay dengan pemberitahuan," kata Sekretaris Daerah Kerja (Daker) Jeddah, Nur Alya Fitra, di Bandara King Abbdul Azis, Ahad malam atau Senin jelang dini hari waktu Indonesia Barat.

Sebagian besar pesawat yang terlambat dan delay dengan pemberitahuan tersebut berasal dari Solo. "Ini mungkin karena pesawat dari embarkasi Solo cukup banyak karena pesawatnya lebih kecil, sementara calon jamaah haji yang diangkut dari seluruh Jawa Tengah," katanya.

Berikut pesawat Garuda yang terlambat lebih dari dua jam, yakni satu keloter (SOC1) pada 21 September, lima (PDG1, UPG1, BPN1, SOC2 dan BTJ1) pada 22 September, empat (PDG2, BTJ2, SOC2 dan BPN2) pada 23 September, dan satu (SOC15) pada 25 September.

Selain itu, empat (UPG8, SOC18, SOC19 dan SOC20) pada 27 September, lima (BDJ2, SOC 22, SOC23, UPG11 dan BTJ8) pada 28 September, dan satu (PLM8) pada 30 September.

Fitra berharap ke depan keterlambatan bisa ditekan seminimal mungkin, terlebih lagi pada gelombang kedua pada 6 Oktober nanti karena jamaah yang mendarat di Jeddah akan diberangkatkan lagi dengan bus langsung ke Makkah. "Jamaah akan mengganti pakaian dengan kain ihram karena akan langsung berumrah di Masjidil Haram," katanya.

Di sisi lain, suasana Terminal Haji di King Abdul Azis akan semakin riuh karena jamaah yang mendarat tidak hanya dari Indonesia, Malaysia dan Turki serta beberapa negara lain, tetapi sudah dari seluruh dunia, termasuk dari jazirah Arab.

"Jamaah haji akan memenuhi pelataran beranda terminal yang luas ini dan mereka datang dari seluruh dunia," kata Fitra. Kondisi itu akan menyulitkan jamaah dan petugas Indonesia jika terjadi keterlambatan kedatangan dari tanah air karena dikhawatirkan akan terjadi penumpukan.

Data hingga Minggu pukul 20.00 waktu Saudi atau pukul 24.00 WIB sudah mendarat 92 keloter yang mengangkut total 34.036 anggota jamaah dan petugas haji Indonesia di Bandara Jeddah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement