Senin 01 Oct 2012 02:42 WIB

Jamaah Stroke Dirujuk ke RS King Abdul Azis

Pemeriksaan calon jamaah haji
Foto: Agung Supriyanto/Republika
Pemeriksaan calon jamaah haji

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH--Zainal Abidin (69) anggota jamaaah haji yang terkena stroke sejak di tanah air akhirnya dirujuk ke RS King Abdul Azis Makkah untuk menjalani CT Scan di kepala.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Daker Jeddah Ananto Prasetya di Jeddah, Minggu malam atau Senin dini hari, mengatakan kondisi Zainal membaik daripada sebelumnya dan tekanan darahnya sudah terkontrol.

Zainal yang terkena stroke lima hari sebelum berangkat ke Saudi Arabia via Jeddah itu mengalami pelemahan tubuh di bagian kiri (hemiparase sistra) sejak di tanah air.

Calon haji asal Bengkulu itu semula hanya akan di CT Scan saja di RS King Abdul Azis tetapi peraturan rumah sakit mengharuskan dia untuk dirawat.

"Sesungguhnya kita punya dokter spesialis syaraf di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Makkah tetapi dokter RS King Abdul Azis mewajibkan dia dirawat," kata Ananto.

Ananto mengingatkan sesungguhnya Zainal tidak boleh diberangkatkan ke Saudi karena dalam aturan dikatakan jamaah terkena stroke hanya bisa diberangkatkan jika setelah dua minggu serangan.Di bawah dua minggu merupakan masa observasi yang memerlukan penanganan medis.

Kepada jamaah lainnya dia mengingatkan agar memberikan informasi yang benar kepada petugas kesehatan agar tim embarkasi bisa melakukan pelayanan kesehatan yang terbaik dalam bentuk saran maupun pemeriksaan lanjutan.

"Anggota jamaah juga hendaknya tahu risiko kesehatan yang akan diterimanya dan tahu kemampuan fisik dalam beribadah," katanya.

Dia juga mengingatkan agar membawa obat-obatan yang disarankan dokter, istirahat yang cukup, mengonsumsi air putih dan menghindari terik di siang hari.

Sebelumnya BPHI Jeddah terpaksa memberangkatkan Zainal Abidin Cikaning (69) ke BPHI Makkah karena sudah terkena stroke dan komplikasi diabetes melitus dan hipertensi sejak di tanah air.

Zainal tergabung dalam keloter 7 Padang dengan nomor pasport A 3376314 dan terbang dengan Garuda Indonesia bernomer GA-3507 yang mendarat di bandara King Abdul Azis Jeddah, Jumat (28/9).

"Karena sudah tiba di Jeddah, maka kami (petugas kesehatan) menerima dan akan merawatnya. Stroke yang dialami pasien cukup serius dan selama penerbangan dalam kondisi sadar," kata Ananto.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement