Rabu 20 Jun 2012 20:39 WIB

Tuntunan Islam: Menjadi Pejabat yang Baik (2-habis)

Rep: Nashih Nashrullah/ Red: Chairul Akhmad
Ilustrasi
Foto: Blogspot.com
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Beberapa riwayat hadis juga menegaskan pentingnya berbuat adil itu. Misalnya, hadis-hadis tentang ganjaran bagi para pelaku adil.

Ganjaran yang diberikan yang dimaksud seperti naungan dari Allah saat kiamat dan posisi bagi siapa pun yang adil tak terkecuali para pejabat berupa penempatan di mimbar yang terbuat dari unsur cahaya. (HR. Muslim dari Abdullah bin Amr).

Adab yang keempat ialah bersikap ramah terhadap rakyat. Karakter pejabat yang disegani ialah yang bersikap ramah terhadap masyarakat sipil. Tidak membeda-bedakan satu sama lain. Bentuk keramahan itu ialah siap menerima aduan dan aspirasi warganya.

Termasuk, kala pejabat yang bersangkutan telah pulang di kediaman. Ia memiliki tanggung jawab moral untuk membuka pintu rumahnya buat mereka yang membutuhkan.

“Tidaklah seorang pemimpin atau seorang penguasa menutup pintunya dari orang-orang yang memiliki kebutuhan, keperluan, serta orang-orang fakir, melainkan Allah akan menutup pintu langit dari keperluan, kebutuhan, dan hajatnya.” (HR. Ahmad dan Turmudzi dari Amr bin Murrah).

Adab yang kelima, berhati-hati pada hadiah yang rentan dikategorikan sebagai gratifikasi. Syeh Nada berani memastikan bila ada segelintir orang yang memberikan hadiah kepada penguasa atau pejabat negara, hampir bisa dipastikan di balik pemberian mereka itu tersimpan maksud tertentu.

Minimal, agar pejabat yang bersangkutan memiliki kedekatan personal. Atas dasar inilah maka Rasulullah bersabda, “Hadiah yang diberikan kepada seorang pemimpin adalah pengkhiatan.” (HR. Thabrani dari Ibnu Abbas).

Staf ahli yang kompeten

Syekh Nada menjelaskan, di antara faktor penentu kesuksesan seorang pejabat menjalankan amanatnya, erat kaitannnya dengan kompetensi staf ahli. Keberadaan tenaga profesional itu, biasanya untuk memberikan bantuan perencanaan, arahan, dan nasihat-nasihat terkait kebijakan tertentu. Posisi ini sangat urgen.

Saking pentingnya, peran seorang staf ahli, seorang pejabat bisa tergelincir akibat sepak terjang staf penasihat itu.

Rasulullah bersabda, “Tidak ada Nabi yang Allah utus dan tidak pula ada seorang pemimpin yang Dia angkat kecuali mereka mempunyai dua jenis teman dekat: teman yang menyuruhnya untuk berbuat baik serta selalu membantunya dalam berbuat baik dan teman yang menyuruhnya berbuat jahat serta selalu mendorongnya untuk melakukan tindak kejahatan. Orang yang selamat adalah orang yang dijaga Allah.” (HR. Muslim dari Aisyah).

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi