Kamis 14 Jun 2012 03:23 WIB

Tuntut Hidup Mandiri, Perempuan Iran Demo

Rep: agung sasongko/ Red: Dewi Mardiani
Aksi unjuk rasa perempuan Iran di New York, Amerika Serikat.
Foto: Alarabiya.net
Aksi unjuk rasa perempuan Iran di New York, Amerika Serikat.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Sekelompok perempuan Iran di New York menggelar aksi unjuk rasa, Rabu (13/6). Dalam orasinya, mereka menuntut kepada orang tua agar terlalu mengekang kehidupan mereka. Mereka menginginkan hidup bebas dan mandiri layaknya kebanyakan perempuan AS.

Secara tradisional, perempuan Iran baik yang belum menikah atau sudah tidak dapat melanjutkan kehidupan mereka. Mereka hanya menetap dirumah selayaknya tradisi yang berlaku.

Sebelumnya, para ulama dan politisi Iran, prihatin dengan meningkatnya jumlah perempuan yang hidup mandiri. Alasannya, kemandirian perempuan Iran dianggap merusak budaya negara.

Seperti diberitakan Alarabiya.net, Rabu (13/6), merespon fenomena itu para ulama dan politisi segera meluncurkan kampanye untuk mempromosikan menikah cepat. Namun, para pengamat menilai rencana itu akan menjadi bumerang lantaran beresiko mencemarkan tradisi Iran.

Pengamat berasumsi, hiruk-pikuk kehidupan kota, dimana ambisi dan kebebasan merupakan tuntutan, secara tidak langsung faktor itu menjadi pertimbangan perempuan Iran untuk memilih hidup mandiri.

Saat ini, tidak diketahui jumlah pasti perempuan Iran yang hidup mandiri. Yang pasti, sebagian besar perempuan Iran yang hidup mandiri adalah pelajar, mahasiswa, dan para janda.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement