Kamis 15 Mar 2012 01:11 WIB

Sulit Dapat Pasangan, Muslimah Inggris Pikirkan Poligami

Rep: Agung Sasongko/ Red: Dewi Mardiani
Muslimah Inggris (ilustrasi)
Foto: photographersdirect.com
Muslimah Inggris (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Populasi yang lebih banyak ketimbang laki-laki, membuat muslimah Inggris mengalami kesulitan untuk mencari pasangan. Kondisi itu, membuat mereka terpikir untuk menjalani poligami. Dalam laporan Dailymail, disebutkan adanya keinginan berpoligami itu, bahkan terlintas dalam benak muslimah Inggris yang sukses. Mereka seolah putus asa lantara belum menemukan pasangan yang cocok. 

Badan Amal berbasis di London, Dewan Syariah Islam, mengaku telah menerima sejumlah pertanyaan dari kalangan muslimah perihal masalah pasangan yang cocok. Hal serupa juga diungkap Mirza Raja, 35 tahun, pemilik biro jodoh muslim. Ia mengaku telah menerima ratusan permintaan dalam enam bulan terakhir dari kalangan muslimah untuk menerima masukan soal poligami.

"Mereka tidak lagi malu untuk mengungkapkan apa yang mereka inginkan. Hal ini menunjukan muslimah telah menjadi individu terdidik dan kebanyakan menjadi seorang profesional," kata dia seperti dikutip alarabiya.net, Kamis (15/3).

Raja mengatakan, muslimah Inggris begitu berkerja keras dengan persoalannya. Namun, bagaimana rasanya sulit untuk menemukan solusi untuk mereka. Meski sebenarnya, pria muslim hanya menginginkan sosok istri yang fokus pada urusan rumah tangga.

Harian Inggris lainnya, The Guardian, juga membahas persoalan itu. Menurut Guardian, masalah yang dirasakan muslimah Inggris  disebabkan ketidakseimbangan demografis, di mana jumlah laki-laki lebih sedikit ketimbang perempuan. "Jelas, masalah ini membuat muslimah Inggris menjadi kesulitan mencari pasangan," tulis Guardian.

Sementara itu, poligami merupakan hal ilegal di Inggris. Di sisi lainnya, muslimah juga tidak diperkenankan untuk menikah beda agama, kecuali pasangan yang bersangkutan akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement