REPUBLIKA.CO.ID, Di berbagai pesantren tradisional kita juga dikaji karya tasawuf yang bergaya seperti ini, yaitu kitab Kifayatul Atqiya wa Minhajul Asyfiya, sebuah karya komentar (syarah) terhadap kitab berwarna puitis, Hidayatul Adzkiya ila Thariqil Auliya karya Syekh Zainuddin bin Ali Al-Ma'bari Al-Malibari.
Selain itu, tentu saja kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha'illah As-Sakandari, yang disajikan dengan ujaran-ujaran pendek dan menyentuh setiap penikmatnya, yang lebih dekat pada gaya prosa.
Kegemaran dan minat Al-Harawi yang besar terhadap sastra ini sebetulnya bukan hanya melalui karya Manazilus Sa'irin, melainkan juga dalam karyanya yang lain, yaitu Munajat (Doa).
Sementara, melalui kitab Manazilus Sa'irin (Maqam para Penempuh Jalan Ruhani) ini, Al-Harawi menawarkan begitu banyak manzilah atau terminal spiritual yang harus didaki oleh para pejalan ruhani. Manzilah-manzilah itu dibagi dalam 10 bagian, dan dari setiap bagian itu juga dibagi dalam 10 tema sehingga genaplah menjadi 100 manzilah.
Dengan demikian, hal ini merupakan satu kemajuan dari apa yang sudah dirumuskan oleh pendahulunya, Abu Nashr As-Sarraj Ath-Thusi (wafat 378 H/988 M), yang disebut oleh Dr Abdul Halim Mahmud sebagai seorang sejarawan sufi terbesar dalam sejarah klasik dan modern.
Ath-Thusi dengan Al-Luma'-nya hanya menyebut tujuh maqam atau manzilah. Atau bahkan dengan tokoh belakangan Al-Qusyairi (wafat 465 H/1073 M) sekalipun yang hanya menampilkan 49 maqam.
Hal lain yang menjadi daya tarik kitab Manazilus Sa'irin adalah maqam-maqam yang diperkenalkannya. Penulis merujuk sepenuhnya kepada Alquran, baik dalam tataran konsep maupun term atau istilah yang digunakan. Sehingga, dalam kitab ini bermunculanlah manzilah-manzilah seperti i'tisham, firar, isyfaq, ikhbat, tabattul, dan seterusnya.
Maqam-maqam tersebut belum pernah dimunculkan, setidaknya oleh kedua tokoh tadi. Namun, istilah-istilah ini jelas-jelas ada di dalam Alquran sekalipun dalam bentuk derivasinya. Dan inilah yang coba diangkat (disistematis) oleh Al-Harawi dalam khazanah tasawuf.




