Jumat 28 Oct 2011 19:30 WIB

Soal Pemurtadan Siswa SD, Ormas Islam Bekasi Tuntut Yayasan Mahanaim Dibubarkan

Rep: Muhammad Ghufron/ Red: Djibril Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, RAWALUMBU - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Islam Bekasi (Alibi) menggelar aksi unjuk rasa menuntut pembubaran Yayasan Mahanaim, Jumat (28/10). Aksi tersebut merupakan buntut dari persoalan pemurtadan terhadap siswa SD di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sekitar 200 massa gabungan dari 34 ormas Islam di Bekasi bergerak menuju Yayasan Mahanaim di Jalan Bambu Kuning RT 04 RW 03, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, sekitar pukul 14.00 WIB. Ratusan massa itu bergerak menggunakan satu mobil bak terbuka, tiga mobil pribadi, dan puluhan motor berjalan konvoi melintasi Jalan Ahmad Yani dan Jalan Siliwangi.

Koordinator Alibi, Budi Santoso, mengatakan, unjuk rasa ini merupakan bentuk pergerakan perwakilan umat muslim yang geram dengan serangakaian upaya pemurtadan yang dilakukan Yayasan Mahanaim. Untuk itu, pihaknya meminta kepada pihakberwenang untuk segera membubarkan yayasan tersebut, karena dinilai sebagai otak pelaku pemurtadan umat Muslim di Bekasi.

Setibanya di Yayasan Mahanaim, puluhan massa langsung meneriaki tuntutan dan melempari bangunan yayasan tersebut dengan telur busuk ke arah dinding dan pintu gerbang. Massa juga mencoret-coret dinding tersebut dengan kalimat memojokan, seperti 'Yayasan musrik dan Yayasan teroris.'

Pihak Kepolisian sebelumnya telah mengevakuasi seluruh penghuni yayasan guna menghindari bentrokan fisik akibat aktivitas tersebut. Terlihat puluhan aparat kepolisian sektor setempat berjaga di sekitar area gedung yayasan tersebut.

Perwakilan pengurus Alibi, Salimindani, mengatakan, upaya pemurtadan yang dilakukan Yayasan Mahanaim telah berulang kali terjadi sejak 2008 lalu, melalui kegiatan 'Bekasi Berbagi Bahagia.' Pada saat itu, kata dia, pengurus Yayasan Mahanaim mengumpulkan warga untuk dimurtadkan ke ajaran agama tertentu.

Namun, saat ini, umat Islam Bekasi dihebohkan dengan upaya pemurtadan di sejumlah SD di Tambun Selatan, pada 6 Oktober kemarin. "Ini tidak bisa dibiarkan. Kami harus bertindak," kata dia menegaskan.

Massa yang marah akibat tidak dapat menemui pengurus yayasan melakukan pembakaran ban sebagai bentuk kekecewaan. Dalam aksi itu, satu salah satu anggota Alibi diamankan petugas karena terlibat bentrokan fisik saat massa berusaha mendobrak barisan polisi yang berusaha mengamankan aset yayasan dari aksi anarkisme.

Situasi itu mereda ketika perwakilan polisi memanggil perwakilan massa untuk melakukan dialog. Dalam dialog itu, kata Salimin, massa sepakat dengan pihak kepolisian akan melakukan pertemuan dengan Yayasan Mahanaim.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement