Jumat 01 Jul 2011 19:33 WIB

Mimpi Membangun Masjid di New York Masih Hidup

Rep: Agung Sasongko/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Imam Amerika, Feisal Abdul Rauf saat berbicara kepada media mengenai rencana pembangunan pusat masyarakat Muslim dekat Ground Zero, New York.
Foto: AP
Imam Amerika, Feisal Abdul Rauf saat berbicara kepada media mengenai rencana pembangunan pusat masyarakat Muslim dekat Ground Zero, New York.

NEW YORK - Kontroversi proyek pembangunan masjid di dekat lokasi menara kembar WTC New York yang hancur tak lagi terdengar. Suara lantang terdiam seketika saat pemerintah AS mengonfirmasi berita kematian Usamah Bin Laden.

"Mimpi itu masih hidup," kata Imam Feisal Abdul-Rauf, dalam sebuah sesi wawancara yang dilansir oleh Onislam.net, Jumat (1/7). Menurut dia, apakah dibangun dekat lokasi hancurnya menara kembar WTC, atau di tempat lain. "Itu tetap akan terjadi."

Pusat komunitas yang nanti akan berisi masjid, kolam renang, fasilitas playgroup dan   memorial untuk mengenang tragedi 11 September, telah memicu debat nasional di Amerika Serikat (AS).

Penentang proyek itu berpendapat bangunan itu hanya akan menghina kenangan para korban 9/11. Namun para pendukung menyatakan keberadaan masjid di sana justru membawa pesan toleransi pasca tragedi 9/11 di Amerika.

Feisal mengatakan kehadiran "rumah Cordova", demikian nama proyek tersebut, memiliki peran penting dalam usaha membangun hubungan lintas agama antar komunitas. Menurut dia, perkembangan Muslim AS yang cepat menjadi momentum mendirikan pusat komunitas.

Pusat komunitas nanti tidak hanya membicarakan isu-isu Muslim AS tetapi juga membicarakan jenis hubungan antar komunitas Islam AS dan Non Islam. "Inilah saatnya," kata dia.

Diawal, niat membangun semacam Islamic Center telah memicu sentimen anti Muslim di AS. Tak terhitung kasus perusakan, intimidasi dan pelecehan terhadap simbol-simbol Islam.

Kendati demikian, Feisal tetap teguh dengan pemikirannya bahwa AS tak bisa tidak menerima kehadiran Muslim di negara mereka. Ia melihat Islamic Center merupakan solusi yang tepat untuk mempertemukan warga AS dan komunitas Muslim. "Saya selalu tegaskan, tempat ini bukan hanya untuk Muslim, tapi mereka yang hendak mengenal Islam," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement