Rabu 25 Oct 2023 08:43 WIB

Lembaga Zakat Nasional Perlu Kembangkan Sayap ke Luar Negeri

Dompet Dhuafa undang pakar keuangan syariah Indonesia ke AS

Dompet Dhuafa USA mengundang Murniati Mukhlisin seorang pakar keuangan keluarga syariah sebagai Ambasador Internasional ke Amerika Serikat dari 12 Oktober hingga 23 Oktober 2023. Murniati Sakinah mengisi kajian di Al Hikmah New York
Foto: Dok Sakinah Finance
Dompet Dhuafa USA mengundang Murniati Mukhlisin seorang pakar keuangan keluarga syariah sebagai Ambasador Internasional ke Amerika Serikat dari 12 Oktober hingga 23 Oktober 2023. Murniati Sakinah mengisi kajian di Al Hikmah New York

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Dompet Dhuafa USA mengundang Murniati Mukhlisin seorang pakar keuangan keluarga syariah sebagai Ambasador Internasional ke Amerika Serikat dari 12 Oktober hingga 23 Oktober 2023. Murniati yang juga Pimpinan Sakinah Finance ini ditemani putrinya, Layyina Humaira Tamanni dan putranya, Rayyan Ayman Tamanni. 

Murniati mengisi kajian untuk komunitas Indonesia di Phoenix, Arizona 14 Oktober, Austin, Texas 15 Oktober, dan Las Vegas, Nevada 16 Oktober. Setelah itu, Murniati mengadakan pertemuan pada 18 Oktober dengan Shamsi Ali, ulama asal Indonesia dan segenap pengurus Masjid Al-Hikmah di New York. 

Murniati dengan kapasitasnya sebagai Dosen Institut Agama Islam Tazkia berkesempatan menjadi pembicara di konferensi keuangan syariah internasional di Houston pada 20-21 Oktober dengan topik ekonomi politik industri halal di Indonesia. Terakhir, Murniati mengisi kajian di Houston, Texas pada 22 Oktober. Selain komunitas Indonesia, turut hadir warga negara Amerika, Singapura, Pakistan, Meksiko, maka dari itu kajian dibawakan dalam bahasa Inggris. Kajian di lima kota tersebut dihadiri hampir 200 jamaah. 

Murniati menyampaikan bahwa pengalaman keliling berdakwah dengan dukungan Dompet Dhuafa adalah yang ketigakalinya. Pertama ke beberapa kota di Amerika tahun 2014 bersama Dompet Dhuafa USA dan ICMI North America serta beberapa kota di Australia tahun 2016 dengan Dompet Dhuafa Australia.

 

Selain itu kajian online pernah diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa Japan yang ditujukan untuk ratusan perawat dan masyarakat Indonesia di Jepang.

“Kajian yang saya bawakan adalah bertemakan tentang perencanaan keuangan dan hubungannya dengan kehidupan sehari-hari yang dikaitkan dengan produk dan jasa keuangan syariah termasuk fintech yang diharapkan dapat menaikkan tingkal literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah. Secara mendalam juga dibahas seluk beluk “joint-ownership” antara suami dan istri, “mortgage”, beda zakat, infaq, sedekah, hadiah, wakaf dan juga pajak di Amerika. Acara yang berlangsung sekitar 5 jam di setiap komunitas ini diakhiri dengan pembahasan dan latihan membuat laporan keuangan keluarga dan simulasi waris, “trust fund” dan “wills” antara hukum Islam dan hukum di Amerika” tutue Murniati. 

Murniati menambahkan bahwa walaupun perkembangan keuangan syariah di Amerika tidak begitu pesat tetapi animo masyarakat Muslim di Amerika untuk hidup sesuai hukum syariah dan berorientasikan halal cukup besar, yang dibuktikan dengan dialog selama kajian berlangsung. Namun sebagian juga merasakan bahwa solusi keuangan syariah yang ditawarkan masih belum kompetitif misalnya margin pembiayaan mortgage atau pembiayaan perumahan masih cukup tinggi. 

“Ke depannya saya berharap bukan hanya Dompet Dhuafa tapi juga Baznas, Rumah Zakat, Rumah Yatim, Lazismu, Lazisnu dan lainnya dapat juga memiliki perwakilan amil zakat di negara lain sehingga pengumpulan zakat, infaq, sedekah, berbagai donasi dan wakaf dari diaspora Indonesia dapat disalurkan lebih banyak lagi untuk para mustahik di Indonesia” tutup Murniati.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement